Rotasi.co.id – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengawal langsung pengiriman bantuan logistik Kementerian Sosial untuk korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Tindakan ini dilakukan sebagai upaya memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran dan menjangkau wilayah yang sempat terisolasi.
“Saya menuju Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Kami membawa logistik selain melalui jalur udara,” kata Agus Jabo dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (4/11/2025).
Rombongan Kemensos diberangkatkan dari Medan, Sumatera Utara, menuju posko pengungsian di Kuala Simpang menggunakan jalur darat. Pergerakan bantuan melalui dua moda transportasi darat dan udara dipilih untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan mendesak para penyintas.
“Distribusi ini bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi,” ungkapnya.
Pendistribusian bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu kawasan yang sebelumnya sempat terputus akibat longsor yang menutup akses jalan dan menghambat mobilisasi bantuan.
“Kemanusiaan adalah hukum paling tinggi. Mari kita sayangi saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air,” tutur Wamensos.
Dalam perjalanan darat, rombongan Kemensos menghadapi beberapa titik hambatan, mulai dari genangan air yang cukup tinggi hingga sisa material longsor yang masih menutup sebagian badan jalan. Kondisi tersebut menyebabkan arus kendaraan hanya dapat berjalan satu arah.
“Beberapa rute memang masih tidak stabil, tapi distribusi tidak boleh berhenti,” jelas Agus Jabo.
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam, Wamensos dan tim akhirnya tiba di Kuala Simpang. Bantuan yang dibawa meliputi beras, mi instan, gula, minyak goreng, dan perlengkapan dapur umum untuk mendukung operasional posko pengungsian. “Ini rombongan sudah masuk ke Kuala Simpang menuju posko,” ungkapnya.
Tidak hanya melalui jalur darat, pengiriman bantuan juga dilakukan melalui jalur udara guna menjangkau sektor yang masih sulit diakses kendaraan.
“Logistik jalur udara juga sudah mendarat di titik distribusi,” pungkasnya. (*)














