Rotasi.co.id – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meresmikan peluncuran layanan transportasi publik Trans Bekasi Keren (Trans Beken) rute Terminal Induk Kota Bekasi menuju Harapan Indah (PP) pada Selasa (10/2/2026).
Pengoperasian kembali jalur ini bertujuan untuk mengoptimalkan konektivitas antar moda transportasi massal serta memberikan solusi perjalanan yang nyaman, aman, dan terjangkau bagi masyarakat Kota Bekasi.
Pemerintah Kota Bekasi memberikan layanan secara gratis selama satu bulan penuh hingga usai masa Lebaran sebagai bentuk sosialisasi kepada publik.
Trans Beken dirancang dengan standar pelayanan tinggi yang menghubungkan simpul-simpul strategis, mulai dari Terminal Induk, Stasiun Bekasi, Stasiun Kranji, hingga layanan LRT Jabodebek di Bekasi Barat dan Bekasi Timur.
“Agenda hari ini adalah launching Trans Bekasi Keren. Jalur ini dari Harapan Indah, Stasiun Kranji, Stasiun Bekasi, sampai terminal. Kembalinya melalui LRT Bekasi Timur, LRT Bekasi Barat, lalu kembali ke Harapan Indah,” ujar Tri Adhianto saat meresmikan layanan di lokasi, Selasa (10/2/2026).
Tri menjelaskan bahwa kehadiran bus ini memiliki spesifikasi kualitas yang ketat, termasuk aspek kebersihan dan kompetensi pengemudi. Langkah ini diambil untuk mendukung fungsi Stasiun Bekasi sebagai stasiun jarak jauh, sehingga perpindahan penumpang menuju transportasi lokal dapat berjalan mulus.
Setelah masa gratis berakhir, Trans Beken akan menerapkan tarif kompetitif sebesar Rp4.500 dengan sistem pembayaran nontunai (cashless).
“Kita harus menyiapkan transportasi yang nyaman, murah, aman, dan terjamin. Tarif ini lebih murah dibanding naik ojek daring, sekaligus membantu memperbaiki kondisi lingkungan karena mengurangi polusi udara dari kendaraan pribadi,” tambah Tri.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, merinci bahwa terdapat sembilan unit bus yang dioperasikan mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB setiap harinya. Setiap unit memiliki kapasitas total 40 penumpang, yang terdiri dari 20 tempat duduk dan 20 penumpang berdiri.
Bus-bus tersebut hanya akan berhenti di 48 titik halte yang telah ditetapkan berdasarkan kajian pusat kegiatan seperti rumah sakit, apartemen, dan perumahan.
“Operator wajib berseragam rapi dan bus harus dalam kondisi bersih serta wangi. Kami juga menyiapkan aplikasi Trans Beken yang dapat diunduh dalam 1-2 hari ke depan agar masyarakat bisa memantau posisi bus secara real-time,” jelas Zeno Bachtiar.
Trans Beken juga telah terintegrasi dengan layanan Trans Jabodetabek rute Grand Galaxy menuju Dukuh Atas, Jakarta. Sinergi ini diharapkan meningkatkan tingkat hunian penumpang (load factor) dan menjadi momentum perubahan budaya bertransportasi masyarakat Bekasi menuju penggunaan angkutan umum yang berkelanjutan. (*)














