Rotasi.co.id – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi mencatat jumlah penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Bekasi, Markum, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan dan pendataan, jumlah hewan kurban yang disembelih pada tahun 2026 mencapai 18.153 ekor yang tersebar di 956 titik penyembelihan di seluruh wilayah Kota Bekasi.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan dan laporan tim terpadu, jumlah hewan yang dipotong pada Idul Adha tahun ini sebanyak 18.153 ekor,” kata Markum kepada Elshinta, Rabu (3/6/2026).
Ia merinci, jumlah hewan kurban yang disembelih terdiri atas 4.865 ekor sapi, 64 ekor kerbau, 9.487 ekor kambing, dan 3.737 ekor domba.
Sedangkan dari hasil pendataan lapak penjualan, jumlah hewan kurban yang dipasarkan sebanyak 24.734 ekor.
“Terdiri atas 11.659 ekor sapi, 13 ekor kerbau, 8.993 ekor kambing, dan 4.069 ekor domba,” ungkapnya.
Markum mengungkapkan, jumlah penyembelihan hewan kurban tahun 2026 mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun 2025. Pada tahun lalu, jumlah hewan kurban yang disembelih tercatat mencapai 23.679 ekor.
“Kalau dibandingkan tahun 2025, memang terjadi penurunan yang cukup signifikan, dari 23.679 ekor menjadi 18.153 ekor,” ujarnya.
Menurutnya, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan menurunnya jumlah hewan kurban tahun ini. Salah satunya adalah kondisi ekonomi masyarakat yang memengaruhi daya beli dan kemampuan berkurban.
“Pertama mungkin karena kondisi ekonomi. Kemudian tempat-tempat untuk berjualan juga mulai berkurang karena lahan kosong yang sebelumnya disewakan kini sudah banyak dibangun ruko,” jelasnya.
Selain itu, biaya sewa lapak yang semakin tinggi serta berkurangnya pasokan hewan dari daerah pemasok turut memengaruhi jumlah hewan kurban yang tersedia di Kota Bekasi.
“Kalau saya tanyakan kepada para penjual, sekarang biaya sewa lapak juga mahal. Pasokan hewan dari daerah juga berkurang, bahkan ada informasi beberapa daerah pemasok mengalami pembatasan pengiriman,” tambah Markum.
Penurunan jumlah hewan yang disembelih tersebut turut berdampak pada berkurangnya distribusi daging kurban kepada masyarakat penerima manfaat.
Meski demikian, Pemerintah Kota Bekasi memastikan seluruh proses pemeriksaan kesehatan hewan dan pelaksanaan penyembelihan berlangsung sesuai ketentuan untuk menjamin keamanan pangan dan kesehatan masyarakat. (*)












