Rotasi.co.id – Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama menegaskan komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Indonesia.
Pada tahun 2025, Puspenma akan menyalurkan bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) kepada 25.964 mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) di seluruh Indonesia.
Kepala Puspenma, Ruchman Basori, menjelaskan bahwa program KIP Kuliah merupakan bentuk nyata perhatian negara terhadap anak bangsa yang memiliki potensi akademik, tetapi terkendala secara ekonomi.
“Total anggaran yang disalurkan mencapai Rp171.362.400.000. Dana tersebut ditujukan bagi mahasiswa PTK binaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Bimas Kristen, Bimas Katolik, Bimas Hindu, dan Bimas Buddha,” terang Ruchman melalui siaran pers di laman resmi Kementerian Agama, Sabtu (6/9/2025).
Ia menambahkan, pengelolaan KIP Kuliah mengalami perubahan signifikan. Sebelumnya, kuota bantuan berada di bawah Unit Eselon I yang membidangi Perguruan Tinggi Keagamaan.
Namun, mulai tahun 2025, program ini secara resmi ditangani oleh Puspenma. Lembaga ini merupakan unit baru yang khusus menangani pembiayaan pendidikan strategis, terutama yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
“Harapan kami, ada peningkatan tata kelola KIP Kuliah, mulai dari tahap perencanaan, rekrutmen peserta, pencairan dana, pembinaan, pendampingan, hingga proses monitoring dan evaluasi. Semua harus dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas,” tegasnya.
Bantuan KIP Kuliah 2025 diberikan kepada mahasiswa dari berbagai latar belakang agama yang menempuh pendidikan di PTK. Adapun rinciannya adalah:
- 21.490 mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, terdiri atas 16.600 mahasiswa PTKIN dan 4.980 mahasiswa PTKIS.
- 2.537 mahasiswa PTK binaan Ditjen Bimas Kristen.
- 770 mahasiswa PTK binaan Ditjen Bimas Katolik.
- 320 mahasiswa PTK binaan Ditjen Bimas Buddha.
- 855 mahasiswa PTK binaan Ditjen Bimas Hindu.
Ruchman menegaskan, distribusi bantuan ini menjadi wujud nyata keberpihakan pemerintah dalam menciptakan kesempatan pendidikan tinggi yang merata bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Masnun Thahir, menilai bahwa program KIP Kuliah merupakan instrumen penting untuk meningkatkan kesempatan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menurutnya, kehadiran para Wakil Rektor/Wakil Ketua PTKIN se-Indonesia beserta perwakilan dari Bimas Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha dalam pertemuan di Mataram membuktikan keseriusan lembaga pendidikan tinggi dalam mendukung program ini.
“UIN Mataram sangat serius mewujudkan tata kelola KIP Kuliah dengan baik, transparan, dan akuntabel. Salah satunya adalah memperkuat sistem rekrutmen mahasiswa penerima bantuan serta memastikan laporan penyelenggaraan dilakukan secara sistematis,” jelas Masnun.
Sementara itu, Abdul Rozaki, Ketua Forum Wakil Rektor/Wakil Ketua PTKIN se-Indonesia, menegaskan bahwa WR/WK III PTKIN bersama dengan Bimas terkait siap mengawal penyelenggaraan program KIP Kuliah.
Menurutnya, kolaborasi ini penting untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi mahasiswa penerima.
Dengan anggaran yang besar dan penerima bantuan yang tersebar luas, KIP Kuliah diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban biaya pendidikan mahasiswa, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Program ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk lebih berprestasi tanpa harus terbebani masalah ekonomi keluarga.
Lebih jauh, penguatan tata kelola program menjadi kunci agar kepercayaan publik terhadap KIP Kuliah semakin meningkat.
Dengan penerapan sistem pengawasan yang ketat, transparansi, serta pelaporan yang akurat, maka cita-cita untuk mencetak generasi unggul dan berdaya saing tinggi akan lebih mudah terwujud. (*)













