Rotasi.co.id – Presiden Prabowo Subianto mengganti jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) setelah melakukan evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut selama satu setengah tahun, dengan tujuan memperkuat tata kelola organisasi serta mempercepat pelaksanaan program-program prioritas pemerintah di bidang peningkatan gizi masyarakat.
Pergantian tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Istana Negara dan didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari.
Berdasarkan keputusan Presiden, Kepala BGN Dadan Hindayana digantikan oleh Nanik S. Deyang. Selain itu, dua posisi wakil kepala BGN juga mengalami perubahan. Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya digantikan oleh Agustina Arumsari serta Mayjen TNI Trenggono.
Prasetyo menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah Presiden menerima berbagai masukan dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, masyarakat, hingga penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mengaku, seluruh masukan tersebut kemudian menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BGN sebagai lembaga yang memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Badan Gizi Nasional memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung agenda pemerintah di bidang peningkatan kualitas gizi masyarakat,” ujar Prasetyo dikutip, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, tantangan yang dihadapi BGN saat ini membutuhkan sistem tata kelola yang semakin kuat, koordinasi lintas sektor yang lebih efektif, serta kepemimpinan yang mampu memastikan setiap program berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tugas ini menuntut tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif, serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai prinsip akuntabilitas,” lanjutnya.
Pemerintah berharap jajaran pimpinan baru dapat segera melakukan konsolidasi internal guna meningkatkan efektivitas organisasi. Selain itu, penguatan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait serta peningkatan sinergi dengan pemerintah daerah dinilai penting untuk mendukung keberhasilan program-program gizi nasional yang saat ini menjadi prioritas pemerintah.
Prasetyo menegaskan bahwa perubahan kepemimpinan ini merupakan bagian dari upaya penyempurnaan organisasi agar pelaksanaan berbagai program strategis dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Dengan kepemimpinan yang baru, kita berharap pelaksanaan program-program prioritas dapat semakin dipercepat, kinerja organisasi semakin baik, tata kelola semakin kuat,” katanya.
Lebih lanjut, pemerintah menargetkan agar manfaat program-program yang dijalankan BGN dapat dirasakan secara lebih signifikan oleh masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, serta pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing.
“Serta manfaat yang dirasakan masyarakat semakin nyata, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia,” tambah Prasetyo.
Meski terjadi pergantian pimpinan, pemerintah memastikan seluruh program yang sedang berjalan tetap berlangsung normal tanpa hambatan. Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan bagian dari agenda prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak, pelajar, ibu hamil, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Prasetyo menegaskan bahwa transisi kepemimpinan di tubuh BGN telah dipersiapkan dengan baik sehingga tidak akan mengganggu pelaksanaan program maupun pelayanan kepada masyarakat. Sebaliknya, perubahan tersebut diharapkan mampu menghadirkan akselerasi kinerja lembaga dalam mendukung visi pemerintah menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas di masa depan. (*)













