Rotasi.co.id – Anggota Komisi IX DPR RI Tubagus Haerul Jaman menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kegiatan pemberian makanan sehat, melainkan strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dalam pandangannya, program MBG memiliki makna strategis karena menjadi “senjata perang” pemerintah dalam menghadapi tantangan masa depan bangsa.
“Program MBG adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan arah kualitas manusia Indonesia di masa depan. Dengan gizi yang baik sejak usia dini, kita sedang menyiapkan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga kuat secara mental dan cerdas dalam berpikir,” ujar Haerul Jaman dalam keterangannya dikutip pada Senin (20/10/2025).
Ia menjelaskan bahwa DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat implementasi program MBG agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk daerah pelosok.
Program ini disebut menjadi fondasi utama menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
“Program MBG diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat di masa depan,” ungkapnya.
Menurutnya, keberlanjutan program ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor — mulai dari dunia pendidikan, layanan kesehatan, hingga pemerintah daerah.
Ia menekankan pentingnya memastikan akses gizi seimbang dapat dinikmati seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Ikeu Tanziha, menekankan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari distribusi makanan bergizi, tetapi juga dari tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang.
“Program MBG tidak berhenti pada pembagian makanan, tetapi juga membangun kesadaran. Edukasi seperti konsep Isi Piringku menjadi kunci agar masyarakat memahami pentingnya keseimbangan gizi dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Ikeu Tanziha.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan MBG harus dimaknai sebagai perjuangan bersama antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga.
“Makan bergizi bukan hanya urusan dapur, tapi juga urusan masa depan bangsa. Edukasi, lingkungan bersih, dan pola asuh yang tepat harus menjadi bagian dari strategi komprehensif untuk melahirkan generasi tangguh,” tegasnya.
Melalui program MBG, pemerintah berharap mampu menurunkan angka stunting, meningkatkan produktivitas, serta menumbuhkan kesadaran gizi sejak dini di sekolah dan lingkungan keluarga.
Haerul Jaman menegaskan, keberlanjutan program ini harus menjadi komitmen nasional agar Indonesia mampu melahirkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. (*)














