Rotasi.co.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat strategi promosi pariwisata Indonesia di pasar domestik maupun internasional sebagai upaya menjaga pertumbuhan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional. Langkah tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan promosi, kolaborasi lintas sektor, hingga penguatan penyelenggaraan event daerah yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan promosi pariwisata menjadi instrumen penting untuk mempertahankan permintaan pasar, memperluas jaringan industri, membuka peluang pasar baru, serta menjaga tren peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.
“Promosi ini penting untuk menjaga keberlanjutan permintaan pasar, memperkuat jejaring industri, membuka akses pasar baru, dan memastikan momentum pertumbuhan wisatawan mancanegara terus terjaga,” kata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kinerja Kementerian Pariwisata di Jakarta, Jumat.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Pariwisata mengoptimalkan berbagai agenda promosi melalui sales mission, business matching, business gathering, forum bisnis, hingga pameran internasional. Program tersebut dilaksanakan untuk memperkenalkan potensi destinasi wisata Indonesia sekaligus memperkuat hubungan dengan pelaku industri pariwisata global.
Widiyanti menjelaskan, sepanjang Mei hingga Juni 2026, promosi internasional telah dilaksanakan di sejumlah negara, di antaranya Tiongkok, Korea Selatan, India, dan Malaysia. Selain itu, pemerintah juga mengintensifkan promosi wisata domestik guna mendorong peningkatan perjalanan wisatawan nusantara.
Dari rangkaian kegiatan promosi tersebut, Kementerian Pariwisata mencatat potensi perjalanan wisata sebanyak 36.807 wisatawan (pax) dengan potensi transaksi mencapai Rp7,27 miliar serta estimasi potensi devisa sebesar Rp559,48 miliar.
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan pemerintah juga memperkuat daya tarik destinasi melalui penyelenggaraan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 sebagai salah satu program unggulan nasional.
“Momentum penyelenggaraan KEN yang banyak berlangsung pada musim liburan menjadi penting karena mampu menggerakkan perjalanan wisatawan, meningkatkan eksposur destinasi, dan memberikan dampak langsung bagi ekonomi masyarakat di daerah,” ujar Ni Luh Puspa.
Ia menjelaskan, pada 2026 Kementerian Pariwisata mendukung 125 event daerah yang tersebar di 38 provinsi. Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 36 event telah selesai diselenggarakan, dua event masih berlangsung, sedangkan 87 event lainnya dijadwalkan hingga akhir tahun.
Berdasarkan hasil evaluasi terhadap 23 event yang telah dikaji, kegiatan tersebut berhasil menarik sekitar 1,34 juta pengunjung dengan transaksi ekonomi langsung mencapai Rp90,53 miliar. Selain itu, penyelenggaraan event juga melibatkan 10.610 pelaku UMKM, 23.590 pekerja seni, serta membuka peluang kerja bagi sekitar 20.270 tenaga kerja.
Selain memperkuat promosi dan event, Kementerian Pariwisata juga meningkatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna mempercepat pengembangan sektor pariwisata nasional. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui Rapat Koordinasi Tingkat Menteri mengenai penguatan tata kelola ekosistem kebandarudaraan.
Dalam forum tersebut, pemerintah menyepakati percepatan pengembangan empat Destinasi Pariwisata Prioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo, yang diintegrasikan dengan pengembangan wilayah, peningkatan kapasitas bandar udara, serta konektivitas penerbangan.
Kementerian Pariwisata juga mendorong penguatan promosi destinasi melalui pola perjalanan wisata terpadu, sekaligus menyelaraskan dukungan anggaran, pembukaan rute penerbangan internasional, serta sinergi pemerintah daerah bersama pengelola bandar udara untuk meningkatkan aksesibilitas wisatawan.
Menjelang periode libur sekolah, pemerintah turut menerbitkan Surat Edaran Menteri Pariwisata mengenai penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Langkah tersebut diperkuat melalui Rapat Koordinasi Nasional bersama seluruh kepala dinas pariwisata di Indonesia untuk meningkatkan aspek keamanan destinasi.
Pemerintah daerah juga diminta melakukan pembaruan data destinasi wisata yang memiliki potensi bencana agar pengelolaan risiko dapat dilakukan secara lebih efektif. Hingga 25 Mei 2026, sebanyak 5.145 daya tarik wisata di 36 provinsi telah dipetakan berdasarkan tingkat kerawanannya.
Selain itu, Menteri Pariwisata bersama jajaran telah melakukan kunjungan langsung ke 139 destinasi wisata guna memastikan kesiapan aspek keamanan, keselamatan, serta kualitas pelayanan bagi wisatawan selama musim liburan.
Melalui penguatan promosi, penyelenggaraan event nasional, peningkatan kolaborasi lintas sektor, hingga penguatan standar keamanan destinasi, Kementerian Pariwisata menargetkan pertumbuhan kunjungan wisatawan dapat terus meningkat sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan daerah tujuan wisata di seluruh Indonesia. (*)














