Rotasi.co.id – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi Kota berhasil menggagalkan peredaran ribuan butir obat-obatan terlarang daftar G dalam operasi tangkap tangan di wilayah Kecamatan Bekasi Selatan guna menekan angka kriminalitas dan melindungi generasi muda dari penyalahgunaan obat keras.
Operasi ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam merespons cepat keluhan masyarakat terkait peredaran gelap sediaan farmasi tanpa izin edar yang kian meresahkan di lingkungan pemukiman.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, menjelaskan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan warga mengenai aktivitas transaksi ilegal.
Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas bergerak menuju lokasi dan mengamankan seorang pria berinisial RR (23) di Kelurahan Jakasetia pada Minggu malam, 1 Februari 2026, pukul 23.30 WIB.
“Respons cepat atas laporan warga menjadi prioritas kami. Di lokasi, petugas menemukan tersangka dengan barang bukti ribuan butir obat keras yang disimpan dalam kantong plastik hitam,” ujar Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro dalam keterangannya di Bekasi, Senin (2/2/2026).
Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti signifikan yang terdiri dari 1.100 butir Tramadol, 400 butir Eximer, dan 90 butir Alprazolam. Selain obat-obatan, petugas turut mengamankan satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk koordinasi transaksi serta satu unit sepeda motor milik tersangka.
Kusumo menegaskan bahwa peredaran obat daftar G secara ilegal sering kali menjadi pemicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seperti tawuran remaja hingga tindak kekerasan jalanan. Oleh karena itu, penindakan tegas terhadap para pengedar menjadi langkah krusial dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Dengan memutus mata rantai distribusi obat terlarang ini, kami berharap dapat menciptakan situasi lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi warga Bekasi Selatan dan sekitarnya,” ungkap Kusumo.
Saat ini, tersangka RR telah digelandang ke Mapolres Metro Bekasi Kota untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi akan terus melakukan pengembangan guna menelusuri sumber utama pasokan obat-obatan tersebut. (*)














