Rotasi.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi menyiagakan pelayanan kesehatan selama 24 jam bagi puluhan ribu warga terdampak banjir guna mengantisipasi penyebaran penyakit menular dan gangguan kesehatan kronis di wilayah terdampak.
Langkah strategis ini mencakup pengaktifan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan pengerahan tim medis ke posko-posko pengungsian, terutama di wilayah utara yang mengalami dampak terparah dalam dua pekan terakhir.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Supriadinata, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah membentuk lima kelompok tim medis gabungan untuk mengoptimalkan pemantauan kesehatan di lapangan.
Fokus utama penanganan saat ini diarahkan ke wilayah Kecamatan Babelan, Tarumajaya, hingga Muaragembong yang menjadi titik prioritas bencana.
“Banjir tahun ini memang cukup luar biasa. Kami fokus memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan membentuk pos-pos kesehatan di wilayah terdampak banjir, terutama di wilayah utara Kabupaten Bekasi,” ujar Supriadinata dikutip, Senin (2/2/2026).
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi per 1 Februari 2026, banjir masih menggenangi 194 titik di 45 desa dengan total 51.796 Kepala Keluarga (KK) terdampak.
“Untuk menjangkau warga yang terisolasi, tim medis menerapkan sistem “jemput bola” menggunakan puskesmas keliling dan bantuan perahu karet guna menembus akses jalur darat yang terputus,” ungkapnya.
Kepala Puskesmas Muaragembong, dr. Ridwan Meito Tomanyira, mengungkapkan bahwa penyakit kulit, diare, dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi keluhan paling dominan di kalangan pengungsi.
“Langkah mobile ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di tengah keterbatasan akses akibat genangan banjir,” tutur dr. Ridwan.
Menanggapi tantangan di lapangan, Dinkes Kabupaten Bekasi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit yang bersumber dari air tercemar, seperti leptospirosis. Supriadinata juga meminta para tenaga kesehatan tetap menjaga kondisi tubuh agar kinerja pelayanan tetap maksimal meski menghadapi keterbatasan stok obat yang kini mulai dikoordinasikan untuk penambahan dukungan ke tingkat provinsi.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 4.508 jiwa masih bertahan di 18 lokasi pengungsian resmi. Dinkes memastikan setiap warga di pengungsian mendapatkan pemeriksaan kesehatan rutin secara berkala hingga kondisi banjir dinyatakan benar-benar surut. (*)














