Rotasi.co.id – Kepolisian Sektor Cilincing melakukan perbaikan area sekolah di SDN 01 Kalibaru, Jakarta Utara untuk memulihkan lingkungan belajar setelah insiden mobil Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak sejumlah siswa dan guru pada Kamis (11/12).
Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri mengatakan perbaikan dilakukan untuk memastikan suasana sekolah kembali aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
“Kami bergerak cepat melakukan kerja bakti menghilangkan trauma para siswa akan kejadian naas tersebut,” kata AKP Bobi Subasri, Jumat (12/12/2025).
Ia menjelaskan petugas Polsek Cilincing membersihkan area sekolah serta mengecat ulang pagar yang rusak akibat benturan mobil pengangkut makanan MBG.
Upaya perbaikan dilakukan tidak hanya untuk memulihkan fasilitas fisik, tetapi juga untuk mengurangi rasa takut yang mungkin muncul setiap kali siswa melihat lokasi insiden.
“Langkah ini bukan hanya untuk memperbaiki fasilitas, tetapi juga membantu menghilangkan kesan menegangkan yang mungkin masih dirasakan siswa,” ujarnya.
Kepolisian memastikan akan terus mendampingi pihak sekolah hingga kondisi psikologis siswa stabil dan kegiatan belajar-mengajar kembali berjalan normal. Pendampingan ini mencakup koordinasi dengan tenaga pendidik mengenai kebutuhan pemulihan trauma.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak sekolah agar murid dapat kembali beraktivitas seperti biasa dan tidak mengalami trauma,” ungkapnya.
Ia menegaskan kondisi psikologis anak-anak menjadi prioritas utama setelah terjadinya insiden yang menyebabkan puluhan siswa dan guru mengalami luka-luka.
Sebelumnya, SDN 01 Kalibaru menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah sementara untuk mengurangi tekanan psikologis bagi siswa yang terdampak.
Pihak sekolah juga mengaktifkan program pemulihan trauma bekerja sama dengan Suku Dinas Pendidikan dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara.
“Kegiatan belajar-mengajar di SDN 01 Kalibaru sementara waktu dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ujar Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Utara, Heni.
Ia menambahkan tim trauma healing akan ditugaskan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada siswa dan guru. Guru yang tidak mengalami dampak psikologis tetap diwajibkan hadir di sekolah untuk memastikan proses administrasi dan penanganan berjalan lancar.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Sudin Kesehatan dan Polres Metro Jakarta Utara untuk menugaskan tim trauma healing,” paparnya.
Program ini diharapkan dapat membantu pemulihan mental para siswa dan mempercepat kembalinya proses belajar dalam suasana aman. (*)














