Rotasi.co.id – Kementerian Perhubungan melalui Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Sabang menyiagakan Kapal Negara (KN) Antares di Perairan Sabang untuk mendukung penyaluran bantuan logistik bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem.
“Sementara waktu saat ini KN Antares tetap di perairan Sabang. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap cuaca ekstrem dan pergerakan cylon yang masih terpantau hampir setiap hari di wilayah perairan Aceh,” kata Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Sabang, Tohara, dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Pihak Distrik Navigasi menjelaskan bahwa keputusan mempertahankan posisi kapal di Sabang merupakan bagian dari prioritas keselamatan operasi laut. Koordinasi intensif telah dilakukan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait guna memastikan proses penanganan darurat banjir berjalan aman dan terukur.
“Keputusan ini penting demi memastikan keamanan operasional kapal dan awak di lapangan,” ujar Tohara.
Saat ini, KN Antares juga melakukan pendataan kebutuhan masyarakat sekaligus menunggu tambahan muatan logistik sekitar 100 ton yang segera disalurkan ke wilayah terdampak banjir. Kapal tersebut akan diberangkatkan kembali setelah seluruh bantuan terkumpul dan kondisi cuaca dinyatakan aman.
“KN Antares direncanakan berangkat kembali setelah bantuan lengkap dan cuaca memungkinkan,” katanya.
Tohara menegaskan bahwa keselamatan menjadi faktor utama sebelum kapal diberangkatkan. Setiap kebijakan navigasi akan merujuk pada pembaruan data cuaca dari BMKG serta laporan langsung dari pos pantau otoritas pelayaran.
“Setiap keputusan keberangkatan mengacu pada perkembangan cuaca terbaru dari BMKG,” ujarnya.
Distrik Navigasi Sabang juga membuka Posko Bantuan Logistik di Kota Sabang untuk menghimpun bantuan dari instansi maupun masyarakat sebelum diberangkatkan melalui KN Antares pada 18 Desember 2025. Posko ini dibentuk untuk mempercepat pengumpulan bantuan dan memastikan distribusi berjalan efektif.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi bantuan logistik yang akan disalurkan melalui jalur laut,” bebernya.
Sebelumnya, KN Antares telah menjalankan beberapa misi kemanusiaan pada 1–8 Desember 2025, termasuk mengangkut bantuan logistik dari Banda Aceh ke Lhokseumawe dan mengevakuasi total 117 warga terdampak banjir. Selain KN Antares, Kemenhub juga mengerahkan empat kapal patroli KPLP untuk pendistribusian bantuan ke wilayah Sumatra.
“Armada navigasi yang tersedia akan terus dimaksimalkan sesuai kebutuhan lapangan,” tegas Tohara.
Upaya ini diharapkan memperkuat dukungan logistik dan mempercepat pemulihan masyarakat Aceh yang terdampak banjir. (*)














