Rotasi.co.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi menjalin koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna mempercepat penanganan kerusakan infrastruktur pada Ruas Jalan KH Raden Ma’mun Nawawi (eks Jalan Cikarang-Cibarusah).
Langkah strategis ini dilakukan untuk memulihkan mobilitas masyarakat dan mengamankan jalur logistik kawasan industri, mengingat status jalan tersebut sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa komunikasi dengan Bappeda Provinsi Jawa Barat telah dilakukan untuk memastikan anggaran perbaikan segera direalisasikan.
Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah dan pembagian kewenangan mengharuskan adanya kolaborasi lintas tingkat pemerintahan agar jalur vital tersebut kembali fungsional.
“Saya telah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk memperbaiki ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan di wilayah Kabupaten Bekasi. Karena tidak mungkin kalau kita semua yang perbaiki, maka kita komunikasikan dengan Bappeda Provinsi,” ujar Asep Surya Atmaja di Cikarang, Sabtu (21/02/2026).
Senada dengan hal tersebut, Camat Cikarang Selatan, Muhammad Said, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan sepanjang 21 kilometer ini telah menjadi simpul kemacetan parah, terutama di pertigaan Pasir Randu dan Desa Sukasari.
Kondisi jalan yang bergelombang dan licin saat hujan tidak hanya menghambat laju kendaraan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pengendara motor.
“Akibatnya, ruas jalan ini kerap menjadi simpul kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk. Tidak hanya itu, sejumlah pengendara dilaporkan mengalami kecelakaan karena tergelincir di jalan yang bergelombang dan licin saat hujan turun,” jelas Muhammad Said.
Selain lubang jalan yang dalam, tatanan kabel penyedia layanan internet yang menjuntai rendah serta lubang bekas galian yang tidak ditutup kembali turut memperburuk estetika dan keamanan lingkungan. Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap Pemprov Jawa Barat segera mengambil tindakan nyata mengingat ruas ini merupakan urat nadi perekonomian yang menghubungkan Kabupaten Bekasi dengan wilayah Karawang dan Bogor. (*)














