Rotasi.co.id – Menteri Agama Nasaruddin Umar mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan klarifikasi serta laporan resmi terkait penggunaan fasilitas pesawat khusus dalam kunjungan kerjanya ke Sulawesi Selatan.
Langkah proaktif ini bertujuan untuk memastikan integritas kementerian dan mencegah potensi konflik kepentingan setelah Menag meresmikan Gedung Balai Sarkiah di Kabupaten Takalar.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Senin (23/02/2026), Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk kepatuhan terhadap prinsip pencegahan korupsi.
Ia berharap langkah ini dapat menjadi standar etika bagi seluruh jajaran pegawai di Kementerian Agama maupun bagi pejabat publik lainnya di Indonesia.
“Kali ini kita datang lagi untuk menyampaikan terkait kemarin kepergian saya menjalankan tugas di Sulawesi Selatan, menggunakan pesawat khusus. Saya datang ke sini untuk menyampaikan hal itu,” ujar Nasaruddin Umar di Gedung KPK, Jakarta.
Nasaruddin mengapresiasi KPK yang telah memberikan ruang koordinasi bagi penyelenggara negara dalam melaporkan segala bentuk penerimaan yang bersifat meragukan atau syubhat. Ia menekankan pentingnya keterbukaan sejak awal untuk menghindari pelanggaran hukum di masa depan.
“Laporkan apa adanya. Kita jangan khawatir. Mudah-mudahan hal ini adalah contoh yang baik untuk siapapun juga yang sebagai penyelenggara negara,” tegas Menag.
Merespons hal tersebut, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memberikan apresiasi tinggi dan menyebut tindakan Menteri Agama sebagai teladan positif. Menurut Budi, pelaporan gratifikasi di tahap awal merupakan instrumen mitigasi paling efektif untuk memutus rantai korupsi dan edukasi bagi pihak swasta agar tidak memberikan imbalan apa pun kepada aparatur sipil negara.
“Ini menjadi edukasi kepada masyarakat dan pihak swasta agar tidak memberikan suatu hadiah atau bentuk lainnya kepada penyelenggara negara atau ASN,” tandas Budi Prasetyo. (*)














