Rotasi.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat sebanyak 11.257 kasus TBC sensitif obat dan 120 kasus untuk resistensi obat, di tahun 2024.
Angka ini mengalami peningkatan 226 kasus dari tahun 2023 yang mencatat sebanyak 11.031 kasus.
Hal tersebut menunjukkan upaya Dinkes untuk mendeteksi terduga TBC di Kota Bekasi agar segera mendapatkan penanganan dan memutus mata rantai penularan.
“Kalau sudah kita temukan orang tersebut, kemudian kita lakukan pengobatan dengan baik dan benar, maka nantinya akan memutus rantai penularan. Yang bersangkutannya sembuh karena TBC bisa disembuhkan, dan tidak lagi akan menularkan ke sekitarnya,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Vevie Herawati kepada wartawan, Kamis (14/11/2024).
Ia menambahkan, akan jadi jauh lebih berbahaya jika tidak ada pendeteksian dini dari para terduga pasien.
Sementara itu, berdasarkan data tahun 2023, sebanyak 8.464 kasus telah sembuh dengan pengobatan lengkap.
“Jadi dilihat dari yang tahun kemarin. Yang sembuh dan pengobatan lengkap ada 8.464. jadi total 77 persen,” ujarnya di Kantor Dinkes Kota Bekasi.
Butuh waktu minimal 6 bulan proses pengobatan penyakit TBC, sehingga data di tahun 2024 belum mengalami evaluasi perubahan sebab masih dalam proses pengobatan.
Vevie juga menyampaikan, bahwa TBC merupakan jenis penyakit yang menular. Dapat melalui udara maupun droplet (percikan cairan).
Sehingga masyarakat diimbau untuk menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, memperhatikan lingkungan serta gizi, guna meningkatkan imunitas tubuh.
“Karena kuman TBC juga senang di tempat lembab, kurang cahaya. Kemudian gizi juga mempengaruhi. Kan kita punya daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit. Kalau gizinya tidak terpenuhi juga akan mempengaruhi. Sebab kita enggak bisa bikin tentara untuk melawan penyakit yang datang,” ucapnya.













