Rotasi.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi menerima Surat Edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dinkes Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan penyakit cacar air dan mumps (gondongan).
Berdasarkan dua surat yang diterima, Dinkes Kota Bekasi membuat surat turunan sebagai tindak lanjut untuk mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penyakit cacar air dan gondongan.
Gondongan merupakan penyakit menular, disebabkan oleh virus Paramyxovirus yang menyerang kelenjar air liur. Sehingga menyebabkan pembengkakan pada kelenjar parotis (kelenjar ludah).
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penularan Penyakit (P2P), Vevie Herawati menyebut data yang dihimpun melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) mencatat 16 kasus untuk cacar air dan 57 kasus untuk gondongan.
Oleh karenanya, Dinkes melakukan upaya mitigasi dengan promosi kesehatan dan sosialisasi melalui puskesmas untuk mengedukasi masyarakat di wilayah masing-masing.
“Kemudian berkoordinasi dengan puskesmas juga agar melaporkan penyakit gondongan di wilayah, melalui aplikasi SKDR itu,” kata Vevie, pada Kamis (14/11/2024).
Lebih lanjut, Dinkes mengimbau pada masyarakat agar rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Tidak berbagi peralatan mandi atau makan dengan penderita. Menerapkan etika batuk dengan menutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, istirahat yang cukup dan memperbanyak minum air putih,” ujarnya.
Lalu pada pasien gondongan, Vevie menyampaikan agar mengompres area yang bengkak, mengonsumsi makanan lunak serta meminum obat pereda demam dan nyeri.
Selain itu, pasien juga diminta agar mengisolasi diri terlebih dahulu selama tujuh hari untuk memutus rantai penularan.
“Intinya kalau yang namanya penyakit virus, yang paling penting itu daya tahan tubuh kita harus bagus,” ucap Vevie.
Perlu diketahui, virus ini dapat menyerang siapa saja, tidak dibatasi oleh usia maupun gender. Namun dari data yang diperoleh Dinkes, lebih banyak menyasar anak-anak usia lima hingga tujuh tahun.













