ROTASI.CO.ID – Indonesia Economic Forum yang ke 7 merupakan mempertemukan para pemimpin politik, bisnis, pemerintah, pemrakarsa dan pemimpin komunitas untuk membahas visi Indonesia di tahun 2020 untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi pasca Covid-19. Berkolaborasi dengan HSBC Indonesia untuk ketiga kalinya, Indonesia Economic Forum tahun ini mengusung tema “2020 Vision: Rebooting Economic Growth Post Covid-19.
Pada hari pertama di sesi pagi yang mengambil tema “Positioning The Economy For The Next New Normal dan terbagi dalam 3 sesi diskusi panel. Pada sesi pertama, para pembicara membahas tentang persiapan ekonomi Indonesia menuju normal baru. Hal tersebut disampaikan oleh Shoeb Kagda, Founder and CEO Indonesia Economic Forum.
“Pandemi Covid-19 telah berdampak pada kehidupan kita dengan cara yang tidak pernah terbayangkan. Meski saat ini semua orang meletakan harapannya pada vaksin, satu hal yang pasti bahkan setelah vaksin ditemukan adalah kita tidak bisa kembali ke dunia sebelum Covid-19. Kita harus melangkah ke dunia baru, normal yang baru,” ucapnya.
Ledakan fenomena belanja online, bekerja dari rumah dan makin terbatasnya aktivitas bepergian memaksa perusahaan ritel, hotel, rumah sakit mencari model bisnis baru. Apa saja tantangan utama yang sedang dihadapi perusahaan di Indonesia? Sektor industri mana yang paling menjanjikan saat ini? Bagaimana pemerintah Indonesia menarik investasi asing langsung, terutama ke sektor industri dan manufaktur?
“Forum tahunan Indonesia Economic Forum ke-7 akan mengeksplor landskap perekonomian yang sedang berubah di Indonesia di era pasca Covid-19. Teknologi nampaknya akan memainkan peranan penting dalam membantu Indonesia memulai kembali pertumbuhan ekonomi,” kata Shoeb Kagda.
Sementara itu, Presiden Direktur HSBC Indonesia, François de Maricourt mengatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Indonesia telah membuat kemajuan berarti dalam menarik investasi. Lewat Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang baru-baru ini ditandatangani, eksportir di negara-negara RCEP dapat menggunakan bahan baku yang berasal dari anggota lain dan mendapatkan akses prioritas saat berdagang dengan sesama anggota.
Saat ini, mayoritas negara-negara RCEP telah melakukan lebih dari setengah ekspor mereka ke negara anggota lain, dan proporsi ini sepertinya akan meningkat mengingat kotribusi kawasan ini terhadap PDB global yang kian bertumbuh seiring waktu, dan liberalisasi yang lebih mendalam.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif pemerintah Indonesia dalam menciptakan peluang-peluang baru. Apa saja peluang yang bisa muncul di Indonesia saat ini? Saya rasa kita akan sama – sama menemukannya dalam Forum ini 3 hari ke depan. Kami di HSBC akan terus mempromosikan Indonesia dan berupaya untuk menarik investasi asing langsung ke Indonesia dan terus mencari peluang untuk membantu Anda berkembang,” tandasnya. (Dyt)













