Rotasi.co.id – Kota Bekasi dinilai membutuhkan pusat oleh-oleh terpadu untuk meningkatkan perekonomian lokal dan menarik wisatawan.
Gagasan ini mengemuka dalam sebuah sesi wawancara pada Senin (28/4/2025), Faisal Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi mengusulkan konsep serupa Malioboro di Yogyakarta. Lokasi yang diusulkan adalah area di bawah Jembatan Becak Kayu, yang telah mendapatkan dukungan dari Pemprov Jabar untuk pengembangan area sosial.
“Ada taman, ada tempat duduk-duduk, itu harus dijaga sama pemerintah, dirawat dan disediakan tong sampah, kebersihan setiap hari, keamanan melalui linmas (perlindungan masyarakat) setiap saat.
Agar memang tempat itu bisa menjadi titik sosial buat masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyarankan agar rencana Gubernur Dedi Mulyadi untuk membangun kafe terapung di Kalimalang dialihkan menjadi pusat UMKM.
“Alangkah idealnya kalau kita buat UMKM saja yang banyak. Biar juga itu bisa menjadi pusat destinasi wisatawan lokal,” terang Faisal.
Hal ini diyakini dapat menarik wisatawan lokal dan menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan. Diperkirakan satu juta wisatawan lokal per tahun dengan rata-rata pengeluaran Rp.500.000, sehingga dapat menghasilkan pemasukan 500 miliar rupiah yang akan dinikmati oleh berbagai sektor, termasuk tukang parkir, tukang ojek, dan UMKM.
Terakhir, Faisal juga mengungkapkan rencana Gubernur Dedi Mulyadi untuk merombak seluruh jembatan di Bekasi, yang akan diubah menjadi area wisata kapal.
“Dedi Mulyadi sudah mengucapkan ini setelah dilantik. Seluruh jembatan akan dirobohkan, akan dilembungkan dan bisa dialiri oleh wisata kapal,” Faisal mengingatkan.
Sebuah rencana yang dianggap dapat semakin meningkatkan daya tarik wisata di kota tersebut. Rencana ini diharapkan dapat melengkapi pusat oleh-oleh terpadu dan pusat UMKM yang diusulkan, sehingga dapat menciptakan sinergi dalam pengembangan ekonomi dan pariwisata Kota Bekasi. (GAM)














