Rotasi.co.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) merilis data perkembangan harga komoditas pangan pokok secara nasional guna memantau stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen pada hari keempat puasa Ramadan 1447 Hijriah.
Berdasarkan data Panel Harga Bapanas yang dilansir di Jakarta, Minggu (22/02/2026) pukul 06.40 WIB, harga cabai rawit merah mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar Rp8.591 dibanding hari sebelumnya, sehingga menyentuh angka Rp88.462 per kilogram.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas protein hewani, di mana telur ayam ras kini berada di posisi Rp31.889 per kg atau naik sebesar Rp612. Tren serupa melanda daging sapi murni yang merangkak naik ke harga Rp139.667 per kg, serta daging ayam ras yang mengalami kenaikan Rp1.448 menjadi Rp42.769 per kg.
“Harga cabai rawit merah secara nasional mencapai Rp88.462 per kilogram, naik Rp8.591 dari hari sebelumnya, sementara telur ayam ras kini Rp31.889 per kg,” tulis laporan Panel Harga Bapanas pada pagi ini.
Di sisi lain, mayoritas komoditas beras justru menunjukkan tren penurunan. Beras premium tercatat turun menjadi Rp15.425 per kg, diikuti beras medium di harga Rp12.900 per kg, dan beras medium non-SPHP yang turun menjadi Rp13.480 per kg.
Meski demikian, beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) mengalami kenaikan tipis Rp5 menjadi Rp12.450 per kg, disusul beras khusus lokal yang naik ke harga Rp15.500 per kg.
Komoditas bumbu dapur menunjukkan pergerakan variatif; bawang merah naik menjadi Rp42.846 per kg, sedangkan bawang putih bonggol turun signifikan sebesar Rp3.501 menjadi Rp35.667 per kg.
Untuk cabai merah keriting, harga terpantau naik menjadi Rp48.462 per kg, berkebalikan dengan cabai merah besar yang turun ke angka Rp46.077 per kg.
Kabar baik datang dari sektor minyak goreng dan tepung terigu yang secara serempak mengalami penurunan harga. Minyak goreng kemasan kini dibanderol Rp19.831 per liter, minyak curah Rp16.962 per liter, dan Minyakita turun ke Rp17.750 per liter.
Penurunan juga menyentuh harga ikan kembung, tongkol, dan bandeng, serta daging kerbau beku impor yang kini berada di level Rp110.000 per kg. Pantauan ini diharapkan menjadi rujukan bagi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga daya beli selama bulan suci. (*)














