Rotasi.co.id – Anggota Komisi I DPR RI, Soleh, menyampaikan seruan untuk membenahi ekosistem digital dalam diskusi Deep Intelligence Research di Rumah Perubahan, Kota Bekasi, Selasa (2/12/2024), sebagai upaya mendorong demokrasi, keadilan, dan kesejahteraan melalui media sosial yang sehat.
Seruan ini ia sampaikan karena ruang digital dinilai semakin rentan terhadap penyalahgunaan.
“Media sosial seharusnya menjadi ruang publik yang mendorong keterbukaan, bukan alat untuk saling menjatuhkan,” kata Soleh dalam keterangannya.
Dalam forum tersebut, Soleh menegaskan media sosial kerap disalahgunakan untuk membentuk opini melalui akun palsu, robot digital, dan buzzer. Ia menilai fenomena ini menjadi salah satu pemicu distorsi informasi yang memengaruhi persepsi masyarakat.
“Saat ini media sosial kerap disalahgunakan melalui akun palsu, robot digital, dan buzzer yang memengaruhi persepsi publik,” ujarnya.
Ia juga menyoroti maraknya second account dan buzzer yang menciptakan ruang digital tidak sehat. Menurutnya, keberadaan mesin opini tersebut mengancam objektivitas dan kebebasan berekspresi masyarakat.
“Ketika second account atau buzzer itu dipelihara, jangan harap kebebasan berpendapat akan dilindungi. Orang jadi tidak merdeka untuk menyampaikan pendapatnya,” ungkapnya.
Soleh menjelaskan bahwa sebagian masyarakat kini merasa takut menyampaikan pendapat yang benar karena khawatir data pribadinya disalahgunakan. Ia menyebut publik semakin cemas menghadapi risiko penyebaran informasi pribadi yang dapat diviralkan.
“Hari ini untuk menyampaikan yang benar saja cukup ragu-ragu karena merasa besok data kita bisa diambil dan diviralkan,” paparnya.
Dalam forum tersebut, Soleh mempertanyakan kembali apakah masyarakat masih merasa aman untuk berbicara di ruang digital. Ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi keamanan informasi di media sosial.
“Adakah hari ini merasa aman menyampaikan sesuatu yang benar?” tanyanya.
Menurut Soleh, Komisi I DPR RI berkomitmen memperbaiki tata kelola ruang digital di Indonesia. Ia menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, serta pembersihan ekosistem digital dari akun otomatis dan buzzer yang mengganggu kesehatan informasi publik.
“Ekosistem digital harus betul-betul sehat. Tidak boleh lagi ada robot atau buzzer,” pungkasnya. (*)














