Rotasi.co.id – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memproyeksikan potensi ekspor beras premium nasional ke Arab Saudi cukup besar menyusul tingginya antusiasme pasar terhadap kualitas produk pangan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji.
Langkah strategis ini bertujuan untuk memperluas distribusi komoditas pangan nasional di kancah internasional sekaligus memastikan ketersediaan nasi berkualitas bagi jamaah haji dan umrah di tanah suci.
Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa pihaknya telah meninjau langsung kesiapan distribusi selama sepekan di tiga kota utama, yakni Madinah, Makkah, dan Jeddah. Berdasarkan hasil survei lapangan tersebut, Bulog mengidentifikasi peluang besar pada dapur-dapur penyedia jasa katering yang secara khusus melayani jamaah asal Indonesia.
“Luar biasa antusiasmenya, alhamdulillah. Dari teman-teman yang ada di Saudi, itu kan kebetulan kami survei ke sana kemarin seminggu ke Madinah, Makkah, serta Jeddah. Nah, di sana kan banyak dapur-dapur yang akan mengelola makannya para jamaah haji Indonesia,” kata Ahmad Rizal Ramdhani dikutip, Sabtu (21/02/2026).
Potensi ini diperkuat dengan kebijakan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia yang telah menginstruksikan seluruh dapur penyedia makanan di Madinah dan Makkah untuk wajib menggunakan beras premium asal Indonesia.
Namun, skema kerja sama ekspor ini masih memerlukan pembahasan lebih lanjut dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di tingkat kementerian.
“Syukur alhamdulillah, dari Kementerian Haji dan Umrah RI sudah memerintahkan ke seluruh dapur-dapur di Madinah dan Makkah wajib untuk menggunakan beras Indonesia. Nah, ini kan nanti nunggu Rakortas dulu (yang diagendakan) Senin (23/2),” imbuh Rizal.
Sebelumnya, Bulog telah memperkenalkan produk khusus “Beras Haji Nusantara” kepada para importir melalui kegiatan Business Matching yang diinisiasi oleh KJRI Jeddah. Melalui uji cita rasa (taste test), beras premium Indonesia terbukti mampu menarik minat para penyedia jasa katering Arab Saudi yang mencari tekstur dan rasa nasi yang sesuai dengan lidah jamaah tanah air.
“Setelah pemaparan dan uji cita rasa bersama para importir, respons yang kami terima sangat baik dan cukup menarik minat mereka,” tegas Rizal. Sinyal positif ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen pangan berkualitas di pasar global. (*)














