Rotasi.co.id – Setelah ditutup selama lebih dari tiga bulan akibat cuaca ekstrem dan peningkatan aktivitas vulkanik, jalur pendakian Gunung Semeru akhirnya dibuka kembali.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, mengumumkan hal ini di Kota Malang pada Minggu (18/5/2025).
Pembukaan jalur pendakian, yang tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor: PG.9/T.8/BIDTEK/KSA.5.1/B/05/2025, dilakukan setelah mempertimbangkan hasil pemantauan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menetapkan status Gunung Semeru pada Level II (Waspada).
”Dengan mempertimbangkan hasil pemantauan tersebut, aktivitas pendakian kembali kami buka secara terbatas sampai Ranu Kumbolo,” ujar Rudi, Minggu (18/5/2025).
Namun, pendakian hanya diperbolehkan hingga Ranu Kumbolo melalui jalur Ranupani, dengan sejumlah aturan ketat.
Aturan Pendakian:
– Kuota: Maksimal 200 pendaki per hari.
- Lama Mendaki: Maksimal 2 hari 1 malam.
- Pembelian Tiket: Wajib online melalui bromotenggersemeru.id, paling lambat 2 hari sebelum pendakian.
- Usia: Minimal 10 tahun. Pendaki di atas 70 tahun wajib membawa surat rekomendasi dokter.
- Dokumen: KTP, KIA, KK asli, dan surat keterangan sehat (berlaku H-1, dari fasilitas kesehatan resmi).
- Rombongan: Pendakian dilakukan dalam rombongan 2-10 orang, dengan pendampingan pemandu lokal resmi dari PPGST (Organisasi Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar).
- Registrasi: Wajib registrasi ulang dan briefing di Pos Ranupani sebelum mendaki.
Mulai 16 Mei 2025, para pendaki dapat kembali menikmati keindahan jalur ikonik Gunung Semeru hingga Ranu Kumbolo.
Namun, TNBTS menekankan pentingnya keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Siapkan fisik dan dokumen dengan lengkap sebelum memulai pendakian.













