Rotasi.co.id – Masyarakat Bekasi Utara mengeluhkan tidak adanya perhatian Summarecon Bekasi terhadap lingkungan.
Hal itu disampaikan oleh tokoh Masyarakat Teluk Buyung RW.02, Mulyadi yang mengaku pemuda sekitar tidak pernah terserap tenaga kerjanya sehingga diwilayah tersebut banyak pemuda yang masih menjadi pengangguran.
“Sejak Summarecon berdiri, tidak ada bentuk perhatiannya. Pemuda sekitar ngga di ajak kerja, untuk lingkungan pun, kita pernah mengajukan ruang terbuka hijau dan taman kepada Summarecon namun hingga saat ini tidak direalisasikan,” kata Mulyadi dilokasi reses yang digelar Anggota DPRD Kota Bekasi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Nawal Husni, Senin (10/11/2025).
Menurut Mulyadi, masyarakat sekitar yang berbatasan langsung dengan kawasan Summarecon juga belum pernah merasakan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyentuh kebutuhan lingkungan maupun fasilitas umum.
“CSR mereka tidak pernah dirasakan warga sekitar sini,” keluhnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat berharap CSR Summarecon dapat diarahkan untuk pembangunan fasilitas yang bermanfaat, seperti taman publik, ruang terbuka hijau, serta sarana sosial yang dapat digunakan warga sehari-hari.
“Warga ingin CSR yang nyata, seperti taman dan ruang terbuka hijau,” tuturnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Anggota DPRD Kota Bekasi Nawal Husni dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berkomitmen untuk mendorong Summarecon lebih peduli terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pengembangan.
“Kami akan dorong Summarecon agar lebih memperhatikan wilayah sekitar,” ucap Nawal.
Nawal menyatakan dirinya siap menjembatani masyarakat untuk berdiskusi langsung dengan manajemen Summarecon Bekasi guna membahas persoalan lingkungan, kesempatan kerja, dan pemenuhan program CSR.
“Saya siap memfasilitasi dialog antara warga dan Summarecon,” tegasnya.
Ia juga menilai bahwa sejak berdiri di Kota Bekasi, Summarecon belum menunjukkan kepedulian sosial yang memadai kepada masyarakat sekitar, terutama yang tinggal di wilayah berbatasan langsung dengan kawasan komersial tersebut.
“Selama berdiri, saya belum melihat kepedulian mereka terhadap warga sekitar,” ungkapnya.
Nawal berharap adanya komunikasi terbuka antara masyarakat dan pihak Summarecon dapat menghasilkan solusi konkret, termasuk realisasi program CSR dan penyediaan fasilitas umum yang benar-benar dibutuhkan warga.
“Harapannya ada langkah nyata setelah pertemuan nanti,” pungkasnya. (*)













