Rotasi.co.id – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni berharap demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026), berlangsung tertib dan menjadi ruang penyampaian aspirasi kepada pemerintah.
Ia menilai penyampaian kritik mahasiswa merupakan bagian dari proses demokrasi selama dilakukan secara baik dan tidak mengganggu ketertiban umum.
“Mahasiswa telah menyiapkan sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah sehingga aspirasi tersebut perlu disampaikan secara tertib. Saya juga mengingatkan peserta aksi untuk menjaga barisan guna mencegah pihak lain memanfaatkan demonstrasi untuk memicu kericuhan,” kata Sahroni kepada awak media di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa.
Menurut Sahroni, potensi provokasi perlu diantisipasi selama pelaksanaan demonstrasi. Ia meminta mahasiswa tetap fokus pada agenda penyampaian aspirasi dan tidak mudah terpengaruh oleh pihak yang berupaya mengubah suasana aksi menjadi tidak kondusif.
“Ya, kan, kita enggak tahu, menghindari orang-orang yang ingin memprovokasi. Disalurkan oleh adik-adik dengan baik, tiba-tiba ada provokasi yang membuat jadi nanti, menyampaikan aspirasinya jadi enggak baik,” lanjutnya.
Sahroni juga mengapresiasi keberanian mahasiswa dalam menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Menurut dia, sikap kritis mahasiswa dapat menjadi bagian dari kontrol sosial sekaligus masukan bagi pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
“Mudah-mudahan itu memberikan satu semangat buat pemerintah juga,” katanya.
Sebelumnya, BEM UI menggelar demonstrasi bertajuk “Merebut Kemerdekaan” di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8/2026). Aksi tersebut menjadi wadah mahasiswa untuk menyampaikan sejumlah kritik dan tuntutan terhadap pemerintah dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
BEM UI membawa delapan tuntutan dalam aksi tersebut yang mencakup berbagai persoalan nasional, mulai dari pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), reforma agraria, harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), hingga evaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN).
Mahasiswa juga menyoroti sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Selain persoalan ekonomi dan pembangunan, BEM UI menyampaikan tuntutan terkait otonomi daerah, penanganan bencana, serta perlindungan ruang sipil.
Sementara, Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan sebelumnya meminta aparat kepolisian tidak menghalangi pelaksanaan demonstrasi. Ia menegaskan mahasiswa menginginkan kebebasan menyampaikan pendapat tetap dijamin sesuai konstitusi.
“Ya, yang kami minta aparat mematuhi konstitusi bukan mematuhi penguasa, di konstitusi bahwa kebebasan berekspresi dan berpendapat dilindungi,” kata Yatalathof.
Aksi BEM UI tersebut sekaligus memperlihatkan dinamika penyampaian aspirasi mahasiswa pada momentum peringatan kemerdekaan. Di sisi lain, harapan Sahroni agar demonstrasi berlangsung tertib menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan menyampaikan pendapat dan ketertiban selama aksi berlangsung.
Melalui penyampaian aspirasi secara tertib, mahasiswa diharapkan dapat memastikan substansi tuntutan tetap menjadi perhatian publik dan pemerintah. Pemerintah pun diharapkan dapat menjadikan kritik tersebut sebagai bahan evaluasi dalam menjalankan kebijakan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat. (*)














