Rotasi.co.id – Tokoh masyarakat Bekasi Utara, Lukman Hakim atau lebih dikenal Alex Jiblo, menjadi salah satu penggerak kegiatan Tabur Bunga Sasak Kapuk yang digelar bersama masyarakat pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali sejarah perjuangan rakyat Bekasi sekaligus mengenang jasa pahlawan nasional KH. Noer Alie.
Alex menilai keberhasilan kegiatan Tabur Bunga Sasak Kapuk tidak terlepas dari kekompakan masyarakat Bekasi Utara dan Medan Satria. Menurutnya, berbagai elemen masyarakat mampu mengesampingkan perbedaan untuk bergotong royong menyukseskan kegiatan penghormatan terhadap perjuangan KH. Noer Alie.
“Seperti falsafah sapu lidi, kita tahukan sapu lidi, kalau dibuat nyapu satu-satu pasti enggak akan bisa, tapi kalau jadi satu baru bisa bersih. Nah, begitu juga kita, kalau kita kerja sendiri-sendiri tak akan sukses acara ini,” kata Alex Jiblo saat diwawancarai media seusai acara.
Menurutnya, persatuan para tokoh penggerak menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan Tabur Bunga Sasak Kapuk.
“Perbedaan latar belakang, termasuk pilihan politik, tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bersatu dalam menjaga sejarah perjuangan di wilayah Bekasi,” ujarnya.
Alex juga menyampaikan masyarakat dari berbagai unsur turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Dukungan itu datang dari unsur pemerintah, lingkungan masyarakat, TNI, Polri, tokoh masyarakat, warga, hingga pihak perusahaan yang berkontribusi dalam bentuk dukungan moril maupun materiel.
“Untuk apa semua ini kita lakukan, tak lain dan tak bukan semata-mata demi menghargai jasa perjuangan pahlawan nasional kita Almaghfurloh KH. Noer Alie yang telah membuat bangsa kita merdeka seperti kita rasakan sekarang ini,” tuturnya.
Ia mengungkapkan penghormatan terhadap perjuangan KH. Noer Alie tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial.
Karena menurutnya, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
“Sudah selayaknya kita sebagai generasi penerus mengisi hasil perjuangan pahlawan nasional kita KH. Noer Alie dan pahlawan-pahlawan lain dengan hal-hal yang positif untuk kemajuan dan kemaslahatan bangsa ini dan negara ini,” paparnya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meneruskan semangat perjuangan para pahlawan melalui karya nyata. Menurutnya, nilai perjuangan perlu diterjemahkan sesuai dengan tantangan zaman agar sejarah tidak berhenti sebagai catatan masa lalu.
“Kalau dulu KH. Noer Alie dan pasukannya berjuang memerdekakan negara ini dengan bambu runcing dan golok. Sekarang kita mengisi kemerdekaan dengan istilahnya pacul dan sawah untuk membangun demi kesejahteraan,” ujarnya.
Kegiatan Tabur Bunga Sasak Kapuk juga menjadi bagian dari upaya masyarakat membuka kembali ruang sejarah perjuangan rakyat Bekasi.
Berdasarkan catatan sejarah yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, pertempuran di Sasak Kapuk terjadi pada 29 November 1945 ketika Laskar Rakyat dan pasukan Hizbullah pimpinan KH. Noer Alie bersama TKR pimpinan M. Hasibuan berupaya menghalau pasukan Sekutu yang hendak memasuki wilayah Bekasi.
Perlawanan rakyat tersebut kemudian menghadapi kekuatan militer Sekutu yang lebih besar. Pada 13 Desember 1945, Sekutu disebut mengerahkan persenjataan dalam jumlah besar hingga akhirnya menguasai Bekasi dan menyebabkan wilayah tersebut mengalami situasi peperangan yang berat.
Seiring berjalannya waktu, sejarah perjuangan di Sasak Kapuk dinilai semakin jarang diketahui oleh masyarakat. Kondisi tersebut mendorong sejumlah tokoh masyarakat Bekasi Utara untuk menginisiasi kegiatan yang dapat menjadi pengingat terhadap peristiwa sejarah tersebut.
Upaya menghidupkan kembali sejarah Sasak Kapuk mulai dilakukan pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025. Kegiatan tersebut digagas oleh sejumlah putra daerah Kaliabang, yakni Anggota DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim, Lukman Hakim alias Alex Ziblo, dan Muhaimin Zawir, dengan dukungan Anggota DPRD Kota Bekasi Suryo Harjo dan Rudy Heryansyah.
Alex Jiblo menilai keberlanjutan kegiatan pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap sejarah perjuangan daerah.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah Bekasi.
Pelaksanaan Tabur Bunga Sasak Kapuk pada 17 Agustus 2026 kembali menghadirkan berbagai elemen masyarakat.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Haris Bobihoe yang turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama tokoh masyarakat dan warga sebagai bagian dari penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.
Semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan. Persatuan masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga sejarah sekaligus membangun masa depan Bekasi.
“Kita ingin semangat perjuangan KH. Noer Alie tetap hidup di tengah masyarakat. Bukan hanya dikenang, tetapi diteruskan melalui karya dan kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Tabur Bunga Sasak Kapuk pada akhirnya menjadi simbol penghormatan masyarakat terhadap sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat lintas latar belakang dalam semangat gotong royong, nasionalisme, dan kepedulian terhadap sejarah daerah.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin mengenal jejak perjuangan para pahlawan di Bekasi serta menjadikan nilai keberanian, persatuan, dan pengorbanan sebagai inspirasi untuk mengisi kemerdekaan di masa kini. (*)












