Rotasi.co.id – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Patriot Kota Bekasi meluncurkan Forum Komunikasi RW (FKRW) Berbasis Pelanggan untuk meningkatkan kecepatan respons terhadap gangguan layanan air bersih di wilayah Kota Bekasi, Kamis (5/3/2026).
Inovasi berbasis aplikasi digital ini bertujuan untuk memangkas birokrasi pengaduan masyarakat, sehingga setiap laporan kerusakan atau kemacetan aliran air dapat ditangani oleh petugas lapangan dalam waktu maksimal tiga jam.
Peluncuran FKRW yang berlangsung di tengah rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Bekasi ke-29 ini mengintegrasikan pengurus RW, pelanggan, petugas meter air, hingga manajemen zona ke dalam satu ekosistem komunikasi.
Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, menjelaskan bahwa sistem ini memberikan kepastian penanganan melalui dokumentasi real-time yang dapat dipantau langsung oleh warga.
“Forum RW ini kami bentuk di mana di RW tersebut ada pelanggan kami. Nanti per grup per kelurahan, jadi ada RW-RW di dalamnya, mulai dari petugas zona, meter air, sampai pengaliran, semua ada di grup itu,” ujar Ali Imam Faryadi, Kamis (05/03/2026).
Ia menegaskan dirinya telah menandatangani Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mewajibkan petugas mengunggah foto bukti kehadiran di lokasi gangguan.
Ia menyebut jika kendala teknis bersifat masif atau menyangkut jaringan distribusi utama (zoning), penanganan akan segera dialihkan kepada asisten manajer pengaliran untuk memastikan tidak ada pengaduan yang terabaikan.
“SOP-nya sudah saya tandatangani. Paling lambat tiga jam harus dilakukan peninjauan lapangan oleh petugas meter air. Ini soal kepastian, karena warga butuh kepastian penanganan gangguan,” tegasnya.
Bersamaan dengan peluncuran FKRW, Perumda Tirta Patriot juga mengumumkan kebijakan strategis berupa penggratisan biaya pemasangan sambungan baru mulai tahun 2026. Program ini juga berlaku bagi pelanggan nonaktif yang ingin melakukan penyambungan kembali, dengan kompensasi penghapusan denda tunggakan. Pelanggan cukup melunasi pokok tagihan lama untuk kembali menikmati layanan air bersih secara normal.
“Kami sengaja menggaungkan program gratis ini agar pengurus RW juga menyampaikannya kepada warga. Kalau ada yang ingin pasang atau sambung kembali, cukup bayar pokok utangnya, dendanya kami hapus,” pungkas Ali. (*)














