Rotasi.co.id – Pemerintah Kota Bekasi terus memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta pemenuhan aspek legalitas produk.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Kewirausahaan Strategi Efektif dan Efisien Pengurusan Izin BPOM untuk UMKM yang digelar di Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Kota Bekasi, sebagai langkah mendorong produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menghadiri langsung kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor UMKM. Menurutnya, kepemilikan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas, keamanan produk, sekaligus memperluas akses pemasaran bagi pelaku usaha.
“Legalitas produk bukan hanya menjadi syarat administratif, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar. Pemerintah Kota Bekasi akan terus hadir memberikan pendampingan agar pelaku UMKM semakin maju dan berdaya saing,” kata Abdul Harris Bobihoe dalam keterangan tertulis yang diterima pada, Jumat (24/7/2026).
Pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai proses pengurusan izin BPOM, mulai dari persyaratan administrasi hingga pemenuhan standar teknis yang harus dipenuhi pelaku usaha. Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar mutu, keamanan, dan kelayakan edar sesuai ketentuan yang berlaku.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan pelaku UMKM memiliki pemahaman yang baik mengenai proses legalitas sehingga produknya semakin dipercaya masyarakat dan memiliki nilai tambah di pasar,” kata Abdul Harris Bobihoe.
Selain memberikan materi mengenai legalitas produk, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman serta strategi kewirausahaan yang efektif agar pelaku UMKM mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Pemerintah Kota Bekasi menilai peningkatan kapasitas pelaku usaha harus berjalan beriringan dengan pemenuhan aspek legalitas agar mampu menciptakan produk yang kompetitif.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pembina I Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Ketenagakerjaan RI Sumarni Yassirli, Pembina UMKM Perkit Lin Afriansyah Noor, Ketua DWP Kementerian Ketenagakerjaan RI Siti Munfarida, Ketua Forum Wirausaha Mandiri Aisyah, Direktur PT Pesona Optima Jasa sekaligus Presiden IMA Chapter Bekasi Ferry Haryawan, Kepala BPKK Dini Antari Widianingsih, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi Dzikron, serta ratusan pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kota Bekasi.
“Kolaborasi berbagai pihak menjadi kekuatan penting dalam mempercepat peningkatan kualitas produk UMKM sehingga mampu bersaing di tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” ungkap Abdul Harris Bobihoe.
Pemerintah Kota Bekasi juga menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem kewirausahaan yang sehat melalui berbagai program pemberdayaan, pendampingan, pelatihan, dan penguatan kapasitas pelaku usaha. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan UMKM yang tangguh, inovatif, serta memiliki daya saing tinggi di tengah dinamika perekonomian.
“Kami akan terus memperluas program pendampingan agar semakin banyak UMKM memiliki produk berkualitas, legal, dan siap memasuki pasar yang lebih luas,” tegas Abdul Harris Bobihoe.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, organisasi kewirausahaan, dan komunitas UMKM, pelatihan ini diharapkan menjadi momentum mempercepat peningkatan kualitas produk lokal Kota Bekasi.
Dengan legalitas yang lengkap dan standar mutu yang terjamin, UMKM Kota Bekasi diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)













