Rotasi.co.id – Pemerintah terus memperkuat pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD) sebagai strategi menciptakan sistem transportasi publik yang terintegrasi dengan kawasan permukiman, pusat bisnis, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian pemerintah adalah pengembangan TOD Summarecon Bekasi, yang dinilai mampu menjadi contoh pembangunan perkotaan berbasis transportasi publik di tingkat nasional.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan bahwa konsep Transit Oriented Development (TOD) merupakan pendekatan pembangunan yang mengutamakan keterhubungan antarmoda transportasi dengan berbagai aktivitas masyarakat sehingga mampu menciptakan kawasan perkotaan yang lebih efisien, nyaman, serta berkelanjutan.
“Konsep Transit Oriented Development ini bertujuan membangun kawasan yang terintegrasi antara transportasi publik dengan pusat aktivitas masyarakat sehingga mobilitas menjadi lebih mudah, efisien, dan berkelanjutan,” kata AHY, Jumat (24/6/2026).
AHY menjelaskan bahwa pengembangan kawasan TOD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur transportasi semata, tetapi juga mengintegrasikan berbagai fungsi kawasan dalam satu ekosistem perkotaan.
Melalui konsep tersebut, masyarakat diharapkan dapat menjangkau tempat tinggal, kawasan bisnis, pusat pendidikan, fasilitas kesehatan, area perdagangan, hingga ruang terbuka publik dengan waktu tempuh yang lebih singkat.
“TOD bukan hanya membangun stasiun atau jalur transportasi, tetapi juga menghadirkan kawasan yang mendukung seluruh kebutuhan masyarakat dalam satu lingkungan yang saling terhubung,” katanya.
Menurut AHY, pengembangan kawasan berbasis transit menjadi salah satu solusi strategis dalam menjawab tantangan urbanisasi yang terus meningkat, terutama di kawasan metropolitan seperti Jabodetabek. Tingginya mobilitas masyarakat dinilai membutuhkan sistem transportasi yang terintegrasi agar mampu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
“Semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan transportasi publik, maka potensi kemacetan dapat ditekan sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas perkotaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kawasan Jabodetabek memiliki posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional sehingga pembangunan infrastruktur harus mampu mendukung aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Oleh karena itu, pengembangan TOD menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarkawasan.
“Jabodetabek merupakan kawasan strategis yang harus terus didukung dengan sistem transportasi modern dan terintegrasi agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan secara optimal,” tuturnya.
Selain memperkuat konektivitas transportasi, AHY menilai pengembangan TOD juga mampu menciptakan kawasan perkotaan yang lebih ramah lingkungan melalui pengurangan penggunaan kendaraan pribadi.
Konsep tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih banyak berjalan kaki, menggunakan transportasi massal, serta memanfaatkan ruang publik yang tersedia di sekitar kawasan transit.
“Pembangunan kawasan berbasis transit akan memberikan manfaat jangka panjang karena mampu menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertata, nyaman, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.
Pemerintah juga meyakini bahwa keberadaan TOD akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Integrasi antara transportasi publik, kawasan komersial, hunian, serta fasilitas umum diyakini mampu meningkatkan nilai investasi sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru di wilayah sekitar.
“Ketika konektivitas semakin baik, aktivitas ekonomi juga akan tumbuh. Inilah yang menjadi salah satu tujuan utama pembangunan kawasan TOD di berbagai daerah,” ujar AHY.
Dalam kesempatan tersebut, AHY berharap pembangunan TOD Summarecon Bekasi dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan, yakni dalam waktu 18 bulan. Penyelesaian proyek tepat waktu dinilai penting agar manfaat kawasan terpadu tersebut segera dirasakan masyarakat, khususnya dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi di Kota Bekasi.
“Kami berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga kawasan TOD Summarecon Bekasi dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” tegasnya.
Pengembangan TOD Summarecon Bekasi menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat transformasi sistem transportasi perkotaan yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, proyek ini diharapkan mampu menjadi model pembangunan kawasan berbasis transit yang dapat diterapkan di berbagai kota di Indonesia guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (*)














