Rotasi.co.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 12 poin atau 0,07 persen ke level Rp16.798 pada akhir perdagangan di Jakarta, Senin (2/2/2026), akibat sentimen pasar terhadap nominasi calon Ketua Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).
Pelemahan dari posisi sebelumnya di Rp16.786 ini dipicu oleh langkah Presiden AS Donald Trump yang mencalonkan Kevin Warsh untuk menggantikan Jerome Powell, sebuah langkah yang dinilai akan membawa perubahan signifikan pada arah kebijakan moneter global.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pelaku pasar tengah mencermati transisi kepemimpinan di pucuk pimpinan bank sentral AS tersebut. Kevin Warsh, yang merupakan mantan Gubernur Fed, diproyeksikan akan mengisi jabatan Ketua Fed setelah masa jabatan Powell berakhir pada Mei 2026 mendatang.
“Trump menominasikan mantan Gubernur Fed Kevin Warsh sebagai pilihannya untuk menggantikan ketua petahana Jerome Powell di pucuk pimpinan bank sentral,” ujar Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Penunjukan Warsh memperkuat spekulasi bahwa Gedung Putih menginginkan era suku bunga rendah. Berdasarkan data ekonomi terkini, Trump secara terbuka mengadvokasi penurunan suku bunga hingga ke level 1 persen, jauh di bawah tingkat saat ini yang berada di rentang 3,5 hingga 3,75 persen.
Meskipun Warsh baru-baru ini menyetujui narasi suku bunga rendah, rekam jejaknya menunjukkan sikap kritis terhadap aktivitas pembelian aset oleh Fed.
“Warsh sebagian besar dianggap setuju dengan seruan Trump untuk menurunkan suku bunga secara tajam. Namun, ia juga dipandang kritis terhadap aktivitas pembelian aset Fed, yang menunjukkan bahwa kebijakan moneter jangka panjang di bawah Warsh mungkin tidak selunak yang diantisipasi pasar pada awalnya,” ungkap Ibrahim.
Kondisi eksternal ini berdampak langsung pada pelemahan mata uang garuda di pasar spot. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga mencatat tren penurunan, bergerak ke level Rp16.800 per dolar AS dari posisi sebelumnya di angka Rp16.796 per dolar AS.
Hingga penutupan pasar, rupiah masih menghadapi tekanan dari penguatan indeks dolar AS yang merespons ketidakpastian transisi kebijakan moneter di Amerika Serikat. Para investor diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas pasar keuangan selama periode pencalonan Ketua The Fed ini berlangsung. (*)












