Rotasi.co.id -Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kementerian ATR/BPN di Cikeas, Kabupaten Bogor.
Dalam kunjungan tersebut, ia memberikan pengarahan langsung kepada jajaran tiga unit kerja seperti Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM), Pusat Data Informasi Pertanahan (Pusdatin), dan Pusat Pengembangan dan Standarisasi Kebijakan Agraria, Tata Ruang dan Pertanahan (Pusbang SKATP).
“Sebulan saya mendalami isu di Kementerian ATR/BPN. Bisa disimpulkan bahwa output Kementerian ATR/BPN adalah pelayanan kepada masyarakat. Dalam konteks transformasi ke depan, baik Pusdatin, PPSDM, maupun Pusbang adalah software yang mendukung optimalisasi pelayanan kepada masyarakat,” kata Menteri Nusron dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (21/11/2024)
Ia menekankan pentingnya sistem dan sumber daya manusia (SDM) yang memadai untuk mewujudkan transformasi dan optimalisasi pelayanan.
“Sistem dibuat oleh masing-masing Direktorat Jenderal (Ditjen), disimplifikasi melalui IT oleh Pusdatin, dan SDM ditentukan oleh PPSDM. Pusbang berperan dalam pengambilan keputusan yang berbasis angka dan data yang tepat ilmiah,” jelasnya.
Menteri Nusron juga mengungkapkan rencana untuk mengimplementasikan kurikulum manajemen berbasis risiko bagi seluruh pegawai Kementerian ATR/BPN.
“Semua karyawan kita harus mengacu kepada prudent, governance, compliant, dan risk management. Saya sudah berbicara dengan Pak Sekjen dan Pak Makarima untuk merumuskan kurikulum ini. Kami ingin memperkuat SDM untuk masa depan,” tegasnya.
Sebelum pengarahan, Menteri Nusron didampingi oleh Sekjen Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana, dan Kepala PPSDM, Einstein Al Makarima Mohammad, serta sejumlah pejabat lainnya, melakukan kunjungan ke masing-masing unit kerja.
“Tadi saya sudah keliling-keliling, tempatnya sangat representatif untuk Pusdiklat, mendukung suasana pembelajaran, dan meningkatkan kompetensi serta integritas pegawai. Semua ini demi optimalisasi pelayanan kepada rakyat,” pungkasnya.














