Rotasi.co.id – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, memperkuat ketahanan dan kemandirian sektor agraris nasional guna menargetkan Indonesia menjadi kekuatan pangan dunia dalam waktu singkat.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengonsolidasikan seluruh elemen bangsa dalam mendukung visi besar swasembada, sekaligus memastikan ketersediaan stok pangan nasional tetap stabil di tengah dinamika krisis global.
Dalam kunjungannya ke gudang Perum Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Mentan menegaskan bahwa Indonesia saat ini telah memiliki fondasi yang sangat kokoh pada sektor air, pangan, energi, dan protein.
Ia menilai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arah pembangunan yang tepat untuk melepaskan ketergantungan terhadap impor dan menuju kedaulatan nasional yang sejati.
“Kita ingin Indonesia menjadi negara superpower dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujar Menteri Andi Amran Sulaiman saat meninjau ketersediaan beras, Senin (06/04/2026).
Namun, Amran juga mengingatkan adanya tantangan besar dari praktik “mafia pangan” serta kepentingan asing yang berupaya menghambat kemandirian Indonesia.
Meski demikian, ia optimistis karena indikator keberhasilan sektor pertanian saat ini menunjukkan tren positif, termasuk tingkat kesejahteraan petani yang diklaim mencapai titik tertinggi sejak Indonesia merdeka.
“Kondisi saat ini menunjukkan perkembangan positif, termasuk meningkatnya ketersediaan pangan, terpenuhinya kebutuhan protein, serta menurunnya ketergantungan impor energi,” imbuhnya.
Berdasarkan data nasional, cadangan beras Indonesia saat ini telah mencapai 4,5 juta ton dan diproyeksikan akan terus meningkat hingga 5 juta ton dalam 20 hari ke depan, bahkan ditargetkan menyentuh angka 6 juta ton dalam dua bulan mendatang. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata hanya berkisar di angka 1,5 juta ton. Melalui kolaborasi lintas sektoral yang solid, pemerintah yakin Indonesia segera tampil sebagai pemain utama dalam peta ketahanan pangan global. (*)














