Rotasi.co.id – Ketua Umum Perkumpulan AQL, KH Bachtiar Nasir, menekankan pentingnya menjaga hafalan Alquran dan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disampaikan beliau dalam Tabligh Akbar pada Wisuda Santri ke-6 Pondok Pesantren Salman Al-Farisi Karanganyar, Jawa Tengah, Ahad (23/2/2025). Wisuda tersebut meluluskan 45 santri penghafal 30 juz Alquran yang disaksikan ribuan jemaah dan pejabat setempat.
KH Nasir menyampaikan bahwa para penghafal Alquran memiliki kedudukan mulia di sisi Allah SWT. Penghafal Alquran kelak saat di akhirat akan memakaikan mahkota kepada orang tuanya. “Kalian akan memakaikan mahkota ke ayah kalian. Mendapat privilege, 10 tiket surga. Namun, hal ini disertai syarat untuk senantiasa menjaga hafalan dan mengamalkan isi Alquran dalam kehidupan,” jelas KH Nasir.
Beliau menyoroti fenomena memprihatinkan, “bahwa banyak santri-santri yang galau, lebih dari 90 persen santri kehilangan hafalannya begitu keluar dari peantren,” KH Nasir mengingatkan.
KH Nasir mengajak para santri meneladani Rasulullah SAW yang menghabiskan 24 jam sehari berinteraksi dengan Alquran selama 20 tahun. Bagi Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam apa gunanya tanpa misi Alquran dalam hidup. Tidak ada gunanya usia panjang kalau tidak bersama Alquranul karim. “Hidup tanpa Alquran ibarat bangkai berjalan,” tegas KH Nasir.
Lebih jauh, KH Nasir mendorong para penghafal Alquran untuk memiliki cita-cita mati syahid. Mati syahid yang sesuai dengan nilai-nilai Alquran, bukan syahid yang diprovokasi atau dimanfaatkan pihak lain. Beliau menggambarkan mati syahid sebagai ijazah hidup langsung menuju surga. “Percuma jadi hafidz Alquran tapi tidak bercita-cita mati syahid. Syahid itu ibarat ijazah hidup. Mati tidak dapat ijazah dari Allah, mau tidak? Mau gak mati dapat ijazah dari Allah? Langsung ke jannah,” KH Nasir menyemangati.
Selain itu, KH Nasir juga menyampaikan keprihatinannya terhadap proposal rekonstruksi Gaza yang diajukan oleh Donald Trump dan Mesir, yang menurut beliau tidak menguntungkan masa depan Gaza.
Pesan KH Bachtiar Nasir pada wisuda ini menjadi pengingat pentingnya konsistensi dalam menjaga dan mengamalkan Alquran, serta menunjukkan komitmen spiritual yang tinggi dalam kehidupan. Semoga para wisudawan-wisudawati dapat menjadi teladan bagi masyarakat dan senantiasa mengamalkan ilmu yang telah mereka pelajari.*














