ROTASI
No Result
View All Result
  • Login
  • News
  • Opini
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Politik
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Parenting
  • Internasional
Trending
ROTASI TV
  • News
  • Opini
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Politik
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Parenting
  • Internasional
No Result
View All Result
ROTASI
No Result
View All Result
  • News
  • Opini
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Politik
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Parenting
  • Internasional
Home News

Karhutla Kalimantan Meluas, Pemerintah Catat Kualitas Udara Kategori Berbahaya

Rotasi by Rotasi
August 21, 2026
Reading Time: 7 mins read
0
Karhutla Kalimantan Meluas, Pemerintah Catat Kualitas Udara Kategori Berbahaya

Rotasi.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan hingga Kamis (20/8/2026). Asap dari kebakaran berdampak terhadap kualitas udara, jarak pandang, kegiatan pendidikan, lalu lintas darat, hingga sejumlah penerbangan di wilayah terdampak.

Kondisi paling serius dilaporkan terjadi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, ketika kualitas udara memburuk dan aktivitas pendidikan harus disesuaikan. Pemerintah daerah mengambil langkah tersebut untuk mengurangi risiko paparan asap terhadap siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Palangka Raya Jayani mengatakan penyesuaian kegiatan belajar dilakukan karena kabut asap semakin pekat. Pemerintah daerah tetap mempertahankan proses pembelajaran dengan menyesuaikan pola dan waktu kegiatan sesuai kondisi lingkungan.

“Kondisi kabut asap yang semakin pekat memaksa kita untuk mengambil langkah taktis dan adaptif. Kesehatan siswa, guru, dan seluruh tenaga pendidikan menjadi prioritas utama, namun pembelajaran tetap harus berjalan,” ujar Jayani, Rabu (19/8/2026).

Penyesuaian tersebut berlaku bagi satuan pendidikan mulai PAUD, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta. Pemerintah menetapkan perubahan jam masuk untuk jenjang SD dan SMP, sementara pembelajaran PAUD dialihkan ke sistem pembelajaran jarak jauh.

“Salah satu perubahan paling terasa diterapkan pada jam masuk sekolah. Untuk jenjang SD dan SMP, waktu masuk ditunda menjadi pukul 08.00 WIB,” imbuhnya.

Kondisi udara Palangka Raya pada Rabu (19/8/2026) juga menunjukkan tingkat pencemaran yang mengkhawatirkan. Indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat mencapai 487 atau masuk kategori berbahaya, sedangkan jarak pandang di sejumlah wilayah dilaporkan hanya sekitar 1,4 kilometer.

Kondisi tersebut terjadi di tengah tingginya aktivitas karhutla di Kalimantan Tengah. Data yang disampaikan dalam laporan tersebut mencatat 1.795 titik panas berada di wilayah Kalteng, dengan 281 titik di antaranya terdeteksi di Kota Palangka Raya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya Heri Fauzi meminta masyarakat meningkatkan perlindungan diri karena kondisi udara telah berada pada level berbahaya. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan.

RELATED POSTS

Kemenhub Siapkan Transportasi Udara dan Laut untuk Bantu Penanganan Gempa NTT

Kali Bekasi Menghitam dan Berbau, Pemkot Bakal Telusuri Dugaan Sumber Pencemaran

Gempa NTT Rusak 5.521 Ruang Kelas, Kemendikdasmen Siapkan Sekolah Darurat

“Dengan AQI mencapai 487 yang berarti kategori berbahaya, serta 281 titik panas di dalam kota, kami meminta seluruh masyarakat untuk segera meningkatkan perlindungan diri. Hindari aktivitas di luar ruangan sebisa mungkin, dan wajib gunakan masker saat harus keluar rumah,” tegas Heri Fauzi.

Pulang Pisau Dorong Sumur Bor Permanen

Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, menyiapkan langkah pencegahan karhutla dengan mendorong pembangunan sumber air permanen di kawasan rawan kebakaran. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya.

Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i meminta dukungan pemerintah pusat untuk membangun sumur bor permanen sebagai sumber air dalam menghadapi potensi kebakaran. Permintaan tersebut disampaikan saat Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau penanganan karhutla di Tumbang Nusa, Rabu (19/8/2026).

“Kemarin saya secara pribadi memohon kepada Pak Menhut agar ke depannya dibantu terkait sumur bor-sumur bor untuk pencegahan. Saya berharap sumur bor itu permanen, supaya jangan sampai nanti ada api muncul lagi,” kata Ahmad Rifa’i, Kamis (20/8/2026).

Ketersediaan sumber air dinilai penting karena dapat mempercepat respons ketika kebakaran terjadi. Pemerintah daerah berharap sumur bor permanen dapat membantu masyarakat dan petugas memperoleh pasokan air tanpa harus menunggu sumber air dari lokasi lain.

Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang di Pangkalan Bun

Kabut asap juga menyelimuti sejumlah kawasan Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada Rabu (19/8/2026). Asap yang semakin pekat mengganggu jarak pandang pengguna jalan sehingga pengendara harus meningkatkan kewaspadaan.

Warga Pangkalan Bun Evan Kurniawan mengatakan kondisi asap membuat pengguna kendaraan perlu mengurangi kecepatan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kendaraan di depan yang sulit terlihat akibat jarak pandang terbatas.

“Kita hati-hati, takutnya yang di depan kita buru-buru dan nggak melihat. Jarak pandangnya terganggu,” kata Evan, Rabu pagi.

Banjarbaru Ubah Jam Masuk Sekolah

Kabut asap turut memengaruhi aktivitas pendidikan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pemerintah daerah mulai memberlakukan penyesuaian jam masuk sekolah menjadi pukul 09.00 Wita bagi satuan pendidikan yang terdampak kabut asap.

Kepala Dinas Pendidikan Banjarbaru Abdul Basid mengatakan kebijakan tersebut diterapkan untuk menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi lingkungan. Kebijakan berlaku bagi satuan pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan Banjarbaru, mulai PAUD-TK, SD, hingga SMP.

“Satuan pendidikan bisa memulai pelaksanaan pembelajaran pada pukul 09.00 Wita bagi sekolah terdampak,” ujar Abdul Basid, Kamis (20/8/2026).

Penyesuaian waktu belajar tidak mengubah kewajiban tenaga pendidik dalam menjalankan tugas. Guru dan tenaga kependidikan tetap diminta mengikuti ketentuan jam kerja yang telah ditetapkan.

“Bagi tenaga pendidik dan pendidik untuk bisa melaksanakan tugas sesuai dengan jam kerja yang telah ditetapkan,” katanya.

Banjarmasin Gelar Salat Istisqa

Penanganan dampak karhutla di Kalimantan Selatan juga dilakukan melalui pendekatan sosial dan kemasyarakatan. Polresta Banjarmasin menggelar salat Istisqa sebagai ikhtiar untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau dan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Riza Muttaqin mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk ikhtiar menghadapi kondisi kemarau. Aparat juga tetap menjalankan upaya lapangan berupa edukasi kepada masyarakat dan distribusi air bersih.

“Secara lahir dan batin kami memohon pertolongan Allah agar diturunkan hujan yang penuh manfaat dan keberkahan,” ujar Riza, Rabu (19/8/2026).

Upaya penanganan karhutla dilakukan bersamaan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak. Aparat turut memberikan edukasi mengenai pencegahan karhutla dan membantu distribusi air bersih di wilayah yang membutuhkan.

“Selain ikhtiar langit, kami juga terus melakukan upaya di lapangan seperti edukasi karhutla dan termasuk membantu distribusi air bersih ke wilayah terdampak,” kata Riza.

Dampak kabut asap juga sempat dirasakan sektor penerbangan di Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor, Banjarmasin. Pada Rabu (19/8/2026), sebanyak 12 penerbangan dilaporkan terdampak akibat jarak pandang yang menurun, meskipun seluruh penerbangan tersebut kemudian dapat diberangkatkan.

General Manager Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Stephanus Millyas Wardana mengatakan gangguan penerbangan terjadi karena kondisi jarak pandang. Setelah kondisi memungkinkan, seluruh penerbangan terdampak kembali diberangkatkan menuju tujuan masing-masing.

“Saat ini seluruh penerbangan terdampak telah lepas landas dari Bandara Internasional Syamsudin Noor menuju tujuan masing-masing,” kata Stephanus, Rabu (19/8/2026).

Relawan Karhutla Dirawat Setelah Terpapar Asap

Karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, juga melibatkan masyarakat dalam upaya pemadaman. Sejumlah lokasi yang sulit dijangkau petugas membuat warga ikut membantu memadamkan api sebagai relawan.

Salah satu relawan, Rizky Mubarrak, mengalami gangguan kesehatan setelah ikut memadamkan karhutla di Kecamatan Baamang, sekitar Semekto. Ia kemudian mendapatkan penanganan medis di IGD RSUD dr Murjani Sampit setelah mengalami sesak napas dan kelelahan.

Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah mengatakan kondisi Rizky menurun setelah berada selama berjam-jam di lokasi kebakaran. Petugas kemudian membawa relawan tersebut ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis.

“Diduga terpapar asap tebal dan kelelahan setelah berjam-jam berada di lokasi kebakaran, kondisi Rizky kemudian menurun. Ia mendapat penanganan medis di rumah sakit,” kata Irpansyah, Kamis (20/8/2026).

Karhutla Terjadi di Kotawaringin Barat

Kebakaran lahan juga terjadi di kawasan Paring Kuning, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada Rabu (19/8/2026). Kobaran api membakar vegetasi di kawasan tersebut dan mendorong petugas melakukan penanganan.

Dugaan awal yang beredar menyebut kebakaran kemungkinan dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengguna jalan. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran.

Warga sekitar, Siti Fatimah, mengatakan api muncul secara tiba-tiba setelah sebelumnya tidak terlihat tanda-tanda kebakaran. Api kemudian dengan cepat membakar vegetasi di lahan tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Barat Samuel mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai kebakaran lahan dan menyiapkan petugas untuk melakukan penanganan di lokasi.

“Kami dan petugas secepatnya akan meluncur ke lokasi,” kata Samuel, Rabu (19/8/2026).

Penajam Paser Utara Padamkan 10,65 Hektare

Tim gabungan berhasil menangani karhutla seluas 10,65 hektare di Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pemadaman berlangsung sejak Rabu (19/8) siang hingga proses pendinginan pada Kamis pagi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara Nurlaila mengatakan material yang terbakar berupa kawasan mineral dengan vegetasi semak belukar, pepohonan, dan tumpukan kayu. Petugas mengerahkan sejumlah sarana pemadam untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas.

“Material yang terbakar merupakan jenis mineral dengan semak belukar, pepohonan, dan tumpukan kayu,” kata Nurlaila di Penajam, Kamis (20/8/2026).

Petugas menerima sinyal titik panas pada Rabu sekitar pukul 10.00 Wita sebelum melakukan pengecekan lapangan. Setelah menemukan beberapa titik api yang mulai meluas, petugas berkoordinasi dengan pemadam kebakaran dan unsur terkait untuk melakukan penanganan.

Proses pemadaman dan pendinginan kemudian dilakukan secara bertahap hingga tengah malam. Petugas kembali melakukan pengecekan pada pagi hari karena masih terdapat bara dan titik asap yang tidak dapat dipadamkan pada malam hari.

“Proses pemadaman dan pendinginan selesai pukul 00.00 Wita. Secara visual api sudah padam, namun masih terdapat banyak bara-bara api dan titik asap yang belum dapat dilakukan pemadaman malam hari. Untuk itu, tim kembali melakukan pengecekan dan pendinginan pagi tadi,” katanya.

Operasi tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, pengelola kehutanan, pihak swasta, dan masyarakat. Kolaborasi lintas unsur dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api kembali menyebar.

Titik Kebakaran Jadi Perhatian Publik

Kondisi karhutla di Kalimantan juga menjadi perhatian masyarakat di ruang digital setelah sejumlah indikator kebakaran terlihat tersebar pada aplikasi pemetaan. Informasi mengenai titik kebakaran tersebut kemudian ramai dibahas warganet karena menunjukkan sebaran api di berbagai wilayah Kalimantan.

Sejumlah pengguna media sosial membagikan tangkapan layar dan dokumentasi kondisi kabut asap untuk menggambarkan dampak kebakaran terhadap wilayah permukiman dan akses jalan. Perbincangan tersebut juga memunculkan seruan kepedulian melalui tagar #PrayForKalimantan.

Meski demikian, informasi berbasis unggahan media sosial perlu dibaca secara hati-hati dan dibandingkan dengan data resmi. Pemerintah tetap menjadi rujukan utama untuk memastikan lokasi kebakaran, tingkat ancaman, serta perkembangan penanganan karhutla.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan satuan tugas penanganan karhutla terus melakukan pemadaman melalui operasi darat dan udara di sejumlah provinsi terdampak.

“Namun demikian, sampai sekarang belum ada penutupan bandara akibat karhutla tersebut,” ujar Berton dalam keterangan tertulis.

Karhutla Berulang di Indonesia

Karhutla bukan merupakan persoalan baru di Indonesia. Sejumlah peristiwa besar pada masa lalu menunjukkan bahwa kebakaran hutan dan lahan dapat berkembang menjadi bencana ekologis dengan dampak terhadap kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan aktivitas masyarakat.

Salah satu peristiwa besar tercatat di Kalimantan Timur pada 1982-1983. Kondisi tersebut berkaitan dengan kekeringan panjang dan berbagai aktivitas manusia yang meningkatkan kerentanan kawasan terhadap kebakaran.

Peristiwa karhutla berskala besar kembali terjadi pada sejumlah periode, antara lain 1997-1998, 2006, 2015, dan 2019. Dampak setiap kejadian berbeda-beda, tetapi kebakaran berulang menunjukkan pentingnya pencegahan, pengawasan tata kelola lahan, dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

Risiko karhutla dapat meningkat ketika kondisi cuaca kering berlangsung panjang. Kawasan gambut juga memiliki kerentanan khusus karena api dapat merambat di bawah permukaan sehingga lebih sulit dideteksi dan membutuhkan proses pemadaman serta pendinginan yang lebih panjang.

Pemerintah Perkuat Pencegahan dan Pemadaman

Rangkaian kejadian di sejumlah wilayah Kalimantan menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kebakaran lahan. Kabut asap dapat mengganggu kesehatan masyarakat, pendidikan, lalu lintas, penerbangan, serta aktivitas ekonomi apabila kualitas udara dan jarak pandang memburuk.

Karena itu, penanganan karhutla membutuhkan kombinasi antara pemadaman, pencegahan, penyediaan sumber air, pemantauan titik panas, perlindungan masyarakat, dan penegakan aturan terhadap aktivitas yang menyebabkan kebakaran.

Pemerintah daerah juga perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, aparat keamanan, pengelola kawasan, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi penting untuk memastikan respons terhadap titik api berlangsung cepat sekaligus mencegah kebakaran berulang.

Dengan kondisi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan informasi resmi pemerintah. Perlindungan kesehatan, keselamatan perjalanan, serta pencegahan aktivitas yang dapat memicu kebakaran menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak musim kemarau dan kabut asap. (*)

 

 

 

Tags: dampak karhutla Kalimantankabut asap Kalimantankarhutla KalimantanKarhutla Kalimantan 2026karhutla Kalimantan Selatankarhutla Kalimantan Tengahkarhutla Kalimantan Timurkebakaran hutan dan lahan Kalimantan 2026kualitas udara Palangka Rayapenanganan karhutla Kalimantanpenerbangan terdampak karhutlasekolah terdampak kabut asaptitik panas Kalimantan
ShareTweetPin
Rotasi

Rotasi

ROTASI.CO.ID adalah portal media online yang menyediakan beragam berita secara update, faktual dan aktual.

Related Posts

Kemenhub Siapkan Transportasi Udara dan Laut untuk Bantu Penanganan Gempa NTT
News

Kemenhub Siapkan Transportasi Udara dan Laut untuk Bantu Penanganan Gempa NTT

August 21, 2026
Kali Bekasi Menghitam dan Berbau, Pemkot Bakal Telusuri Dugaan Sumber Pencemaran
News

Kali Bekasi Menghitam dan Berbau, Pemkot Bakal Telusuri Dugaan Sumber Pencemaran

August 21, 2026
Gempa NTT Rusak 5.521 Ruang Kelas, Kemendikdasmen Siapkan Sekolah Darurat
News

Gempa NTT Rusak 5.521 Ruang Kelas, Kemendikdasmen Siapkan Sekolah Darurat

August 21, 2026
Pemkot Bekasi Pastikan Persiapan PLTSa Berjalan, Groundbreaking Dijadwalkan 26 Agustus
News

Pemkot Bekasi Pastikan Persiapan PLTSa Berjalan, Groundbreaking Dijadwalkan 26 Agustus

August 21, 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Perumda Tirta Patriot Bekasi Bangun Soliditas Lewat Lomba Memancing
News

Semarak HUT ke-81 RI, Perumda Tirta Patriot Bekasi Bangun Soliditas Lewat Lomba Memancing

August 20, 2026
El Nino Mengancam Harga Pangan, BI Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi 2026
News

El Nino Mengancam Harga Pangan, BI Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi 2026

August 20, 2026
Next Post
Gempa NTT Rusak 5.521 Ruang Kelas, Kemendikdasmen Siapkan Sekolah Darurat

Gempa NTT Rusak 5.521 Ruang Kelas, Kemendikdasmen Siapkan Sekolah Darurat

Kali Bekasi Menghitam dan Berbau, Pemkot Bakal Telusuri Dugaan Sumber Pencemaran

Kali Bekasi Menghitam dan Berbau, Pemkot Bakal Telusuri Dugaan Sumber Pencemaran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending Artikel

  • Tabur Bunga Sasak Kapuk, Alex Jiblo: Kita Bersatu Demi KH. Noer Alie

    Tabur Bunga Sasak Kapuk, Alex Jiblo: Kita Bersatu Demi KH. Noer Alie

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dokumen SHGB Citypark Belum Diserahkan, Pengembang Terancam Dicabut Izinnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ATR/BPN Buka Akses Peta Pertanahan Publik Melalui Geoportal Bhumi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kantor BRI Unit Wisma Asri Pindah Alamat Mulai 26 Mei 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tujuh Tahun Tanpa Sertifikat, Pembeli Kavling Lengkeng Lapor Kasus Penipuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Artikel Terbaru

Kemenhub Siapkan Transportasi Udara dan Laut untuk Bantu Penanganan Gempa NTT

Kemenhub Siapkan Transportasi Udara dan Laut untuk Bantu Penanganan Gempa NTT

August 21, 2026
Kali Bekasi Menghitam dan Berbau, Pemkot Bakal Telusuri Dugaan Sumber Pencemaran

Kali Bekasi Menghitam dan Berbau, Pemkot Bakal Telusuri Dugaan Sumber Pencemaran

August 21, 2026
Gempa NTT Rusak 5.521 Ruang Kelas, Kemendikdasmen Siapkan Sekolah Darurat

Gempa NTT Rusak 5.521 Ruang Kelas, Kemendikdasmen Siapkan Sekolah Darurat

August 21, 2026
Karhutla Kalimantan Meluas, Pemerintah Catat Kualitas Udara Kategori Berbahaya

Karhutla Kalimantan Meluas, Pemerintah Catat Kualitas Udara Kategori Berbahaya

August 21, 2026
Pemkot Bekasi Pastikan Persiapan PLTSa Berjalan, Groundbreaking Dijadwalkan 26 Agustus

Pemkot Bekasi Pastikan Persiapan PLTSa Berjalan, Groundbreaking Dijadwalkan 26 Agustus

August 21, 2026

Rotasi.co.id merupakan media online yang menyajikan artikel secara faktual dan aktual sebagai roda berita dan informasi.

Pilihan Editor

Kemenhub Siapkan Transportasi Udara dan Laut untuk Bantu Penanganan Gempa NTT

Kali Bekasi Menghitam dan Berbau, Pemkot Bakal Telusuri Dugaan Sumber Pencemaran

Katagori

  • Bisnis
  • Budaya
  • Cek Fakta
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kronika
  • Kuliner
  • Lingkungan
  • Mozaik
  • News
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ramadhan
  • Teknologi
  • Uncategorized
  • Wisata

Tentang Kami

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Hubungi Kami

© 2024 ROTASI.CO.ID | All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kategori
    • News
    • Opini
    • Bisnis
    • Ekonomi
    • Budaya
    • Politik
    • Hukum
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Mozaik
    • Gaya Hidup
    • Wisata
    • Teknologi
    • Internasional
    • Cek Fakta
    • Puisi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami

© 2024 ROTASI.CO.ID | All Right Reserved.