Rotasi.co.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyelenggarakan Rapat Evaluasi Kinerja Tahun 2025 dan Evaluasi Rencana Aksi Triwulan I Tahun 2026 guna memastikan penggunaan anggaran tetap tepat sasaran, efisien, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Agenda strategis ini bertujuan untuk menjaga stabilitas realisasi anggaran tahun berjalan setelah pada tahun sebelumnya kementerian berhasil mencatatkan capaian signifikan sebesar 95,73 persen.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menegaskan bahwa pencapaian tinggi tersebut merupakan hasil komitmen kolektif yang harus dipertahankan melalui perencanaan terstruktur. Ia mengingatkan bahwa anggaran tahun 2026 harus dikelola secara akuntabel untuk mendukung pencapaian sasaran kinerja yang telah ditetapkan.
“Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa anggaran yang telah kita terima benar-benar digunakan secara tepat sasaran, efisien, memberikan manfaat, serta menghasilkan dampak yang nyata untuk masyarakat. Anggaran yang diterima pada 2026 harus mengalir secara langsung pada pencapaian sasaran kinerja,” ujar Dalu Agung Darmawan dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (5/2/2026).
Dalu menambahkan bahwa setiap Satuan Kerja (Satker) wajib menetapkan target kinerja yang realistis dan menyusun jadwal pelaksanaan yang jelas. Hal ini krusial agar masing-masing unit memiliki proyeksi capaian triwulanan yang berfungsi sebagai alat kendali program.
Selain itu, koordinasi antara pusat dengan Kantor Wilayah (Kanwil) dan Kantor Pertanahan (Kantah) harus ditingkatkan agar eksekusi di lapangan selaras dengan kebijakan nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Andi Tenri Abeng, menjelaskan bahwa capaian positif tahun 2025 menjadi motivasi untuk memperbaiki tata kelola ke depan. Meskipun sempat terkendala penyesuaian anggaran di pertengahan tahun lalu, koordinasi antara Biro Perencanaan dan Inspektorat Wilayah akan diperketat sebagai dasar perbaikan kinerja tahun 2026.
“Ke depan, kami sebagai evaluator akan mengoordinasikan proses evaluasi ini. Hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan agar target tahun 2026 dapat tercapai sekaligus meningkatkan capaian kinerja yang telah diraih pada tahun 2025,” jelas Andi Tenri Abeng.
Rangkaian rapat yang dilaksanakan selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 Februari 2026 ini, turut dihadiri oleh Inspektur Jenderal ATR/BPN, Pudji Prasetijanto Hadi, serta jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi. Seluruh Kepala Kanwil BPN Provinsi se-Indonesia hadir memaparkan laporan kegiatan serta rencana aksi sebagai bentuk transparansi dan penguatan manajemen organisasi. (*)














