Rotasi.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang maju, berdaya saing, berkelanjutan, serta tetap mempertahankan identitas budaya menjelang usia ke-500 tahun Kota Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta harus menjadi momentum untuk memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Jakarta.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup warga Jakarta,” ujarnya dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (22/6).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat bahwa perekonomian Jakarta pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,59 persen dengan kontribusi sebesar 16,67 persen terhadap perekonomian nasional, yang menunjukkan posisi strategis Jakarta sebagai pusat ekonomi Indonesia.
Rano Karno mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta didukung oleh penguatan sektor usaha, peningkatan investasi, perluasan kesempatan kerja, serta peningkatan kualitas layanan publik di berbagai sektor.
“Capaian tersebut menunjukkan bahwa Jakarta memiliki peran strategis sebagai pusat ekonomi nasional sekaligus motor penggerak pembangunan Indonesia,” katanya.
Dalam bidang pembangunan manusia, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial sebagai fokus utama peningkatan kualitas hidup masyarakat Jakarta.
Pada sektor pendidikan, Pemprov DKI Jakarta memperluas program bantuan seperti KJP Plus untuk 707.477 peserta didik, KJMU untuk 15.825 mahasiswa, program Sekolah Swasta Gratis di 103 sekolah, serta Beasiswa Unggulan Daerah untuk pemerataan akses pendidikan.
“Program pendidikan ini kami dorong agar seluruh warga Jakarta memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Di sektor kesehatan, Pemprov DKI Jakarta meningkatkan akses layanan melalui pembangunan rumah sakit, program Pasukan Putih untuk layanan kesehatan berbasis rumah, layanan kesehatan mental JakCare, serta pembangunan dan rehabilitasi puskesmas di berbagai wilayah.
Sementara itu, di sektor sosial, bantuan melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), dan Kartu Anak Jakarta (KAJ) telah disalurkan kepada 187.706 penerima manfaat di seluruh wilayah DKI Jakarta.
“Program sosial ini kami hadirkan untuk memastikan kelompok rentan tetap mendapatkan perlindungan dan dukungan dari pemerintah,” ungkap Rano Karno.
Selain pembangunan sumber daya manusia, Pemprov DKI Jakarta juga terus melakukan penataan kota melalui pembangunan Rusunawa, revitalisasi kawasan permukiman, penambahan ruang terbuka hijau, pengelolaan sampah berbasis sumber, serta penguatan sistem transportasi publik.
Pada sektor transportasi, pembangunan MRT Jakarta Fase 2A dan LRT Jakarta Fase 1B terus dipercepat untuk meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi kemacetan di wilayah Jakarta.
Rano Karno menuturkan bahwa transformasi Jakarta tidak boleh menghilangkan identitas budaya yang telah menjadi bagian penting dari sejarah panjang ibu kota.
“Jakarta harus menjadi kota yang terbuka bagi dunia, namun tetap berakar pada budaya, tradisi, dan nilai gotong royong masyarakatnya,” katanya.
Pemprov DKI Jakarta juga terus mengembangkan kawasan bersejarah seperti Kota Tua Jakarta, Setu Babakan, dan Pasar Baru, serta mendorong berbagai kegiatan budaya dan event internasional untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.
Menjelang usia ke-500 tahun, Rano Karno mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun Jakarta melalui semangat #JagaJakarta.
“Jakarta tidak akan dibangun hanya oleh kebijakan dan anggaran, tetapi juga oleh kebersamaan, ketulusan, dan kerja bersama seluruh warga,” pungkasnya. (*)












