Rotasi.co.id – Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Kesehatan masif mensosialisasikan dan meninjau langsung implementasi program Skrining Kesehatan dan Pengentasan Tuberkulosis (TBC) di Indonesia.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Harbuwono menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari misi ‘Asta Cita’ pemerintah saat ini.
Melalui kunjungan kerjanya di Puskesmas Krembangan Selatan, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (5/12) kemarin, Dante memfokuskan peninjauan pada layanan deteksi dini di tiga masalah kesehatan, yaitu TBC, kanker serviks, dan stunting.
Pada layanan deteksi dini penyakit TBC, pemeriksaan dilakukan dengan berbagai metode, seperti tes mantoix, pemeriksaan dahak, dan pemeriksaan melalui pemanfaatan teknologi AI untuk membaca hasil Rontgen dan tes darah lebih cepat.
“Indonesia saat ini masih menduduki peringkat kedua tertinggi di dunia untuk penderita penyakit TBC. Maka dari itu, jangan sampai nunggu ada gejala parah, apalagi sampai batuk darah. Pentingnya menumbuhkan kesadaran untuk melakukan skrining, khususnya bagi yang kontak erat dengan pasien positif,” kata Dante dalam keterangannya.
Di sela kunjungannya, Dante turut menyempatkan berbincang langsung dengan masyarakat.
Ia berpesan kepada para pasien yang baru saja terdeteksi TBC agar mengkonsumsi obatnya sampai tuntas selama beberapa waktu tanpa henti di tengah jalan, agar bakterinya tidak kebal.













