Rotasi.co.id – Dalam upaya membangun zona integritas berkelanjutan, Kementerian ATR/BPN menggelar diskusi publik dengan tema Tantangan dan Resiko Digitalisasi Pertanahan, di Aston Imperial Bekasi Hotel & Conference Center, Rabu, (14/8/2024).
Inspektur Jenderal (Irjen) Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Raden Bagus Agus Widjayanto dalam sambutannya mengatakan bahwa digitalisasi pertanahan mendapatkan respon baik dari masyarakat.
Ia menyebut, pengawalan terhadap program strategis kementrian untuk mencapai tidak adanya kebocoran, efisien dan ekonomis, menjadi peran dari Irjen Kementrian ATR/BPN.
“Salah satu tugas kami yaitu, melakukan audit kinerja mana kalau pemantauan dilakukan pegawai baik,” paparnya
Raden mengungkapkan, bahwa kantor yang memiliki tampilan menarik dan memberikan kenyamanan dengan fasilitas yang memadai, serta tanpa adanya pungli merupakan syarat zona integritas.
“Kantornya bagus dari luar nyaman, fasilitas bagus, dilayanai dengan cepat, basicnya pelayanan cepat dan akurat, lebih bagus tidak ada pungli, Ini lah pembangunan syarat zona integritas yang nantinya baru diberikan predikat zona integriats oleh KemPan RB,” ungkapnya.
Ia pun mengimbau agar pembangunan yang telah berjalan terus dipelihara dan ditingkatkan hingga mencapai status zona integritas.













