Rotasi.co.id – Pemerintah Kota Bekasi meresmikan penggunaan Jembatan Kalimalang sebagai bagian dari penataan kawasan strategis guna mengintegrasikan fungsi transportasi, pariwisata, dan pelestarian lingkungan hidup di jantung kota.
Langkah ini bertujuan untuk menciptakan infrastruktur yang efisien sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat melalui pengembangan koridor penghubung utama antara Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa seluruh tahapan pembangunan fisik ini dipastikan berjalan sesuai target agar manfaatnya dapat segera dirasakan publik secara luas.
Selain pengoperasian jembatan baru, pemerintah daerah juga berencana melakukan revitalisasi infrastruktur pendukung lainnya guna menjamin keselamatan serta kelancaran arus lalu lintas di sepanjang jalur tersebut.
“Kami berkomitmen agar pekerjaan ini dapat terselesaikan dengan baik dan progresnya sudah bisa terlihat sebelum Agustus. Harapannya, pada 17 Agustus nanti kawasan ini sudah dapat dimanfaatkan secara simbolis,” ujar Tri Adhianto saat meresmikan proyek tersebut di Bekasi, Selasa (10/2/2026).
Dalam rencana pengembangan lebih lanjut, Pemerintah Kota Bekasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan pembongkaran dua jembatan lama yang dinilai tidak lagi representatif.
Sebagai gantinya, akan dibangun satu jembatan melengkung ikonik di sisi yang mendekati kawasan Primaya untuk mendukung manajemen transportasi perkotaan yang lebih tertib.
“Setelah jembatan ini dioperasikan, akan dilakukan pembongkaran dua jembatan lama dan pembangunan satu jembatan melengkung di sisi yang mendekati kawasan Primaya. Ini kami lakukan untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” tambah Tri Adhianto.
Sinergi antarlembaga ini juga mencakup alokasi anggaran sebesar Rp30 miliar untuk penataan pedestrian yang ramah lingkungan.
“Mengingat peran vital Kalimalang sebagai pemasok air minum bagi warga Jawa Barat dan Jakarta, penataan ini tetap mengedepankan aspek keberlanjutan sesuai dengan arah kebijakan nasional Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan,” paparnya.
Pemerintah Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan dan ketertiban di kawasan ini.
“Dengan hanya mengoperasikan lima jembatan utama dari kawasan MM hingga Sumber Harta, diharapkan efisiensi waktu tempuh antarwilayah dapat meningkat secara signifikan seiring dengan terwujudnya koridor transportasi yang lebih modern,” pungkasnya. (*)














