Rotasi.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menambah jumlah kuota penumpang program mudik gratis Idul Fitri 1447 Hijriah guna memfasilitasi kebutuhan mobilisasi warga Jakarta ke kampung halaman secara lebih luas dan aman.
Kepastian peningkatan kapasitas ini tercapai setelah sejumlah kolaborator sektor swasta dan instansi terkait menyatakan kesediaan untuk bersinergi dalam pengadaan armada transportasi tambahan pada musim mudik tahun 2026.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menjelaskan bahwa partisipasi mitra kolaborasi menjadi faktor kunci yang memungkinkan jumlah pemudik yang terfasilitasi tahun ini melampaui capaian tahun sebelumnya.
Sebagai catatan, pada tahun lalu Pemprov DKI telah mengerahkan 293 bus yang sukses mengangkut sebanyak 22.403 penumpang ke berbagai daerah tujuan di Pulau Jawa dan Sumatra.
“Tahun ini Pemprov DKI Jakarta tetap menyelenggarakan mudik gratis. Bahkan karena ada beberapa kolaborator yang bersedia, jumlah masyarakat yang akan terfasilitasi menjadi bertambah,” ujar Suharini Eliawati dikutip, Selasa (10/2/2026).
Saat ini, Pemprov DKI tengah mematangkan mekanisme pendaftaran agar proses verifikasi berjalan lebih terbuka, tertib, dan tepat sasaran. Salah satu syarat administratif utama yang wajib dipenuhi oleh calon peserta adalah kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta.
Syarat dan ketentuan lengkap mengenai teknis pendaftaran akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan dokumen.
Sementara itu, Terkait fenomena arus balik, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, turut mengimbau para pendatang yang berniat mengadu nasib di ibu kota usai Lebaran agar mempersiapkan kapasitas diri secara matang. Ia menegaskan bahwa Jakarta senantiasa terbuka bagi pencari kerja, namun menekankan pentingnya kualifikasi kompetensi bagi setiap pendatang baru.
“Jakarta tidak akan menutup diri bagi pendatang yang ingin mencoba peruntungan bekerja di ibu kota. Kendati demikian, kami berharap mereka merupakan orang-orang yang mempunyai kemampuan (skill), kapabilitas, dan kapasitas untuk bekerja di Jakarta,” pungkas Pramono Anung.













