Rotasi.co.id – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menghadiri pelantikan formatur Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Anti Penyalahgunaan Napza (Forza) Indonesia Kota Bekasi guna memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika.
Kegiatan yang berlangsung di Bekasi Creative Center Multiguna pada Minggu (15/2/2026) ini bertujuan untuk membangun kesadaran publik yang lebih masif serta menciptakan lingkungan kota yang sehat dan bebas dari pengaruh zat adiktif.
Dalam sambutannya, Abdul Harris Bobihoe memberikan apresiasi tinggi atas terbentuknya kepengurusan DPD Forza Indonesia di Kota Bekasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi ancaman narkotika, sehingga kehadiran organisasi masyarakat sangat diperlukan sebagai mitra strategis dalam memberikan edukasi kepada warga.
“Pemerintah Kota Bekasi menyambut baik pelantikan formatur DPD Forza Indonesia hari ini. Ini adalah bentuk nyata kepedulian masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan Napza,” ujar Abdul Harris Bobihoe di hadapan para tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi, Minggu (15/2/2026).
Wakil Wali Kota menekankan bahwa penanganan persoalan Napza harus menyentuh akar rumput melalui keterlibatan aktif keluarga dan lingkungan pendidikan. Pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan rehabilitasi, sehingga program-program preventif harus menjadi prioritas utama bagi seluruh elemen masyarakat.
“Kita harus bergerak bersama. Edukasi, sosialisasi, dan pendampingan menjadi kunci agar generasi muda kita terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.
Ketua Umum Forza Indonesia Kota Bekasi menyatakan komitmennya untuk menjalankan program kerja yang inovatif, termasuk menggandeng sekolah dan perguruan tinggi untuk memperluas jangkauan kampanye anti-Napza. Selain aspek pencegahan, organisasi ini juga akan fokus pada pendampingan rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui momentum pelantikan ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap DPD Forza Indonesia mampu menghadirkan solusi berkelanjutan bagi tantangan peredaran narkotika di wilayah perkotaan yang kian kompleks. Sinergi antara pemerintah dan komunitas ini diharapkan dapat membentengi generasi muda Bekasi dari ancaman zat terlarang demi masa depan bangsa yang lebih baik. (*)














