Rotasi.co.id – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mendorong mahasiswa dan calon mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di luar gelar akademik sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Pesan tersebut disampaikan Tri saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional STIE Arlindo bertema “Beyond the Degree: Membangun Skill, Leadership, dan Networking untuk Kesuksesan Generasi Muda” di STIE Arlindo, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.
Seminar nasional tersebut menjadi ruang pembekalan bagi generasi muda untuk memahami pentingnya keterampilan, kepemimpinan, jejaring, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Tri menilai mahasiswa perlu memanfaatkan masa perkuliahan untuk memperluas pengalaman dan membangun kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun dunia kerja.
Tri mengatakan mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik karena dunia profesional membutuhkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, kreativitas, dan adaptasi. Menurutnya, berbagai kegiatan positif selama masa perkuliahan dapat menjadi sarana untuk membentuk karakter sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa.
“Mahasiswa jangan hanya mengejar gelar. Selama kuliah, manfaatkan waktu untuk membangun kemampuan, pengalaman, leadership, networking, dan kemampuan membaca perkembangan zaman,” ujar Tri.
Selain pengembangan kompetensi, Tri menyoroti perkembangan media sosial yang telah mengubah pola komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, berbagai platform digital kini memungkinkan masyarakat menyampaikan informasi, kritik, hingga laporan secara langsung kepada pemimpin daerah.
“Setiap hari saya memantau pesan yang disampaikan masyarakat melalui media sosial. Ada yang menyampaikan melalui Instagram, TikTok, Facebook dan berbagai platform lainnya. Bahkan ada juga warga Kabupaten Bekasi yang menyampaikan laporan kepada saya karena mengira wilayah tersebut masuk Kota Bekasi,” ujar Tri.
Tri menjelaskan tingginya aktivitas masyarakat di ruang digital menunjukkan bahwa teknologi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda perlu memahami cara menggunakan media sosial secara bijak dan produktif.
“Kadang ketika saya selesai menghadiri kegiatan seperti ini dan masuk ke mobil, WhatsApp yang masuk sudah ribuan. Ini menunjukkan bagaimana masyarakat sekarang begitu cepat menyampaikan informasi dan aspirasi melalui teknologi,” katanya.
Karena itu, Tri mengajak mahasiswa tidak berhenti sebagai pengguna media sosial, tetapi memanfaatkan platform digital untuk membangun personal branding, memperluas networking, menyampaikan gagasan, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, kemampuan mengelola identitas dan komunikasi di ruang digital dapat menjadi salah satu modal generasi muda menghadapi persaingan.
Tri juga menilai penguasaan Artificial Intelligence (AI) semakin penting karena perkembangan teknologi akan terus memengaruhi dunia pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial. Mahasiswa, menurutnya, perlu memahami teknologi tersebut agar dapat menggunakannya sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas.
“AI harus kita pelajari. Bukan untuk menggantikan manusia, tetapi bagaimana kita bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas. Ini akan menjadi bagian dari daya saing generasi mendatang,” jelasnya.
Tri menilai tema “Beyond the Degree” relevan dengan tantangan generasi muda karena gelar akademik bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seseorang. Kemampuan teknis, kepemimpinan, jejaring, kreativitas, komunikasi, dan adaptasi menjadi kompetensi yang perlu dibangun secara bersamaan.
“Gelar akademik memang penting, tetapi kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh ijazah. Skill, leadership, networking, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi juga menjadi modal penting untuk menghadapi masa depan,” ungkap Tri.
Melalui seminar tersebut, Tri berharap mahasiswa STIE Arlindo dan generasi muda Kota Bekasi dapat lebih berani mengeksplorasi kemampuan serta memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menciptakan peluang. Ia juga mendorong mahasiswa agar menjadikan masa pendidikan sebagai momentum untuk belajar, mencoba, membangun relasi, dan menghasilkan karya.
“Jangan hanya menjadi pengguna teknologi. Jadilah generasi yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan sesuatu, membangun peluang dan memberikan manfaat bagi orang lain,” pungkasnya.
Seminar Nasional STIE Arlindo tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pengembangan kompetensi generasi muda secara menyeluruh. Pendidikan formal menjadi fondasi, sedangkan penguatan skill, leadership, networking, personal branding, dan literasi teknologi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja dan perubahan di era digital.














