Rotasi.co.id – Warga RT 08 RW 18 Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, mengalami krisis air bersih setelah pasokan dari PDAM Tirta Patriot terhenti sejak Jumat (26/09/2025).
Akibatnya, masyarakat setempat kesulitan memenuhi kebutuhan air harian seperti mandi, mencuci, dan berwudhu.
Salah satu warga, Ida (45), mengaku harus membeli hingga sepuluh galon air setiap hari agar keluarganya tetap dapat beraktivitas seperti biasa.
“Sehari bisa habis sepuluh galon, satu galon harganya lima ribu rupiah. Jadi, setiap hari kami keluar biaya tambahan cukup besar hanya untuk air,” kata Ida kepada Wartawan, Senin (6/10/2025).
Warga lain, Eti (50), menuturkan bahwa air PDAM tidak mengalir selama tiga hari berturut-turut, sehingga masyarakat terpaksa mencari alternatif pasokan air bersih.
“Air mati sejak Jumat, baru semalam kami dapat suplai air dari mobil tangki PDAM. Itu pun jumlahnya terbatas, tidak cukup untuk semua warga,” ungkapnya.
Menurut warga, gangguan pasokan air ini terjadi tanpa adanya pemberitahuan resmi dari pihak PDAM Tirta Patriot. Kondisi tersebut membuat masyarakat resah karena tidak dapat mempersiapkan cadangan air sebelumnya.
“Kalau ada pemberitahuan, kami bisa antisipasi. Ini tiba-tiba mati begitu saja,” tambah Eti.
Selain kesulitan air, warga juga mengeluhkan tagihan PDAM yang tetap berjalan normal meskipun air tidak mengalir.
“Tagihan tetap datang seperti biasa, padahal air tidak keluar sama sekali. Kami merasa tidak adil,” kata Ida.
Sebagai langkah darurat, PDAM Tirta Patriot diketahui telah mengirimkan bantuan air bersih melalui mobil tangki, namun warga menyebut jumlah distribusinya masih terbatas dan belum merata. Banyak warga yang harus antre panjang untuk mendapatkan jatah air.
Warga berharap PDAM segera memperbaiki jaringan pipa dan menormalkan kembali pasokan air bersih. Mereka menilai, air merupakan kebutuhan vital yang tidak bisa ditunda, terutama untuk keperluan sehari-hari seperti kebersihan dan ibadah.
“Kami mohon PDAM segera memperbaiki masalah ini. Air itu kebutuhan utama, tidak bisa kami tunda. Semoga segera normal kembali,” tutup Eti dengan harapan besar. (*)













