Rotasi.co.id – Tokoh dan warga masyarakat Bekasi Utara menggelar tabur bunga di Jembatan Sasak Kapuk, Senin (17/8/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang sejarah perjuangan masyarakat Bekasi sekaligus memperkuat semangat nasionalisme generasi muda.
Jembatan Sasak Kapuk dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai sejarah dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Lokasi tersebut dikenal sebagai salah satu tempat berlangsungnya pertempuran pada 29 November 1945 yang melibatkan pejuang Bekasi di bawah kepemimpinan KH Noer Alie.
Tokoh masyarakat sekaligus penggagas kegiatan, Arief Rahman Hakim (ARH), mengatakan tabur bunga di Sasak Kapuk telah dilaksanakan dua kali sejak pertama kali digelar pada 2025.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya masyarakat untuk menjaga ingatan terhadap sejarah perjuangan KH Noer Alie dan para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan.
“Jadi kami sebagai warga Kaliabang, warga Pondok Ungu, Medan Satria, dan Bekasi Utara, begitu bangga dengan adanya kegiatan ini,” kata Arief Rahman di lokasi tabur bunga, Senin (17/8/2026).
Arief menilai keberlanjutan kegiatan tabur bunga penting untuk menjaga nilai sejarah yang terdapat di Sasak Kapuk. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai keberanian para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus menanamkan semangat nasionalisme kepada generasi muda.
“Kami berharap kegiatan tabur bunga ini terus berlangsung pada tahun-tahun berikutnya sebagai pengingat tentang keberanian melawan penjajahan sekaligus menjadi pesan bagi generasi muda untuk terus menjaga semangat nasionalisme,” ujarnya.
Selain pelestarian sejarah, pembangunan monumen Sasak Kapuk menjadi salah satu perhatian masyarakat Bekasi Utara. Arief menjelaskan, rencana pembangunan monumen tersebut belum dapat direalisasikan karena terdapat agenda pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Pondok Ungu.
“Monumen seharusnya memang sudah mau kita anggarkan di 2026, tetapi karena ada kegiatan nasional pembangunan MRT, jadi kita tunda dulu. Nanti setelah MRT terbangun, baru kita akan melihat titik lokasi yang pas untuk pembangunan bersejarah itu,” ujarnya.
Menurut Arief, pembangunan monumen tetap memiliki arti penting sebagai penanda sejarah perjuangan di wilayah Bekasi. Penentuan lokasi pembangunan nantinya akan disesuaikan dengan kondisi kawasan setelah pembangunan MRT Pondok Ungu sehingga keberadaan monumen dapat tetap merepresentasikan nilai sejarah Sasak Kapuk.
Sementara itu, Ketua Panitia Tabur Bunga Sasak Kapuk, Suryo Harjo, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi bagi berbagai elemen masyarakat. Kegiatan tersebut mempertemukan warga dan tokoh masyarakat dalam satu agenda untuk memperingati kemerdekaan sekaligus mengenang sejarah perjuangan daerah.
“Dengan adanya tabur bunga Sasak Kapuk ini, walaupun beda warna, itu tetap menyatu. Sama-sama mengingat sejarah perjuangan KH Noer Alie dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI,” ujar Suryo Harjo.
Suryo yang akrab disapa H. Ajo menambahkan, masyarakat perlu menjaga keberlangsungan kegiatan tersebut agar tabur bunga di Sasak Kapuk dapat berkembang menjadi tradisi tahunan setiap peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Tradisi tersebut dinilai dapat menjadi sarana edukasi sejarah sekaligus memperkuat hubungan sosial masyarakat.
“Ke depan, kita tetap akan pertahankan agenda ini. Kita bikin tradisi tahunan untuk melaksanakan tabur bunga,” tandasnya.
Kegiatan tabur bunga di Sasak Kapuk sebelumnya digagas pada 2025 oleh sejumlah tokoh masyarakat dan anggota DPRD Kota Bekasi. Para penggagas tersebut antara lain Arief Rahman Hakim dari Fraksi PDI Perjuangan, Rudy Heriansyah dari Fraksi PDI Perjuangan, Suryo Harjo dari Fraksi Golkar Solidaritas, Lukman Hakim sebagai tokoh masyarakat, serta Muhaimin Jawir yang saat itu disebut sebagai Direktur Umum Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi.
Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat memperlihatkan dukungan terhadap upaya pelestarian sejarah lokal di Kota Bekasi. Dalam kegiatan tersebut, hadir Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat sekitar.
Tabur bunga di Sasak Kapuk pada peringatan HUT RI ke-81 menjadi bagian dari upaya masyarakat Bekasi Utara menjaga warisan sejarah perjuangan. Melalui kegiatan yang sederhana tersebut, masyarakat tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga berupaya meneruskan nilai keberanian, persatuan, gotong royong, dan nasionalisme kepada generasi berikutnya.
Keberadaan rencana pembangunan monumen Sasak Kapuk juga diharapkan dapat memperkuat identitas sejarah kawasan tersebut. Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, nilai sejarah perjuangan KH Noer Alie diharapkan tetap terawat serta dapat dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari sejarah perjuangan kemerdekaan di Bekasi. (*)














