Rotasi.co.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, resmi menonaktifkan Kepala Sekolah SMAN 9 Tambun Selatan, Kurniawati, seiring dengan dilaksanakannya audit menyeluruh terhadap keuangan sekolah tersebut. Kebijakan ini diambil setelah aksi protes ratusan siswa viral di media sosial.
“Gelombang protes dari siswa kelas X dan XI terjadi di halaman sekolah pada awal Juni 2025. Mereka menuntut kejelasan terkait dugaan pungutan liar, termasuk dana untuk pengadaan snack fiktif, pembangunan gedung sekolah, hingga pembelian air conditioner (AC) untuk musala yang tidak transparan,” kata Dedi dalam keterangannya yang dikutip pada Jumat (6/6/2025).
Menanggapi situasi tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi langsung menginstruksikan tim audit untuk turun ke lapangan.
“Kami tegaskan, sejak kemarin kami sudah menurunkan tim untuk melakukan audit,” ujar Dedi dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun TikTok miliknya.
Langkah tegas Gubernur Dedi Mulyadi ini diambil sebagai bentuk respons cepat terhadap keresahan pelajar dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan.
Sementara itu, Kepala SMAN 9 Tambun Selatan, Kurniawati, dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga proses audit rampung dan hasil pemeriksaan diumumkan secara resmi.
Sebagai informasi, sejumlah siswa juga menuding adanya praktik tanda tangan palsu terkait pengadaan konsumsi kegiatan sekolah serta penggalangan dana yang diduga tidak memiliki dasar hukum jelas.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan ini secara transparan dan akan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum. (*)














