Rotasi.co.id – Anggota DPRD Kota Bekasi, Anim Imamuddin, menegaskan pentingnya sosialisasi yang masif dan terstruktur terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sekolah negeri. Ia menilai, penyebaran informasi yang luas dan mudah diakses akan membantu masyarakat memahami prosedur seleksi dan jalur masuk yang tersedia, termasuk zonasi, prestasi, afirmasi, dan perpindahan orang tua.
“Sosialisasi SPMB harus ditingkatkan. Informasi lengkap sangat membantu orang tua dan siswa agar tidak salah memilih jalur,” ujar Anim, Sabtu (7/6/2025).
Anim menjelaskan bahwa saat ini Kota Bekasi tengah melaksanakan tahapan pra-pendaftaran SPMB untuk tingkat SMP negeri. Oleh karena itu, menurutnya, upaya penyampaian informasi harus dilakukan secara konsisten hingga masa pendaftaran resmi dibuka.
Mengacu pada pengalaman sebelumnya, banyak orang tua dan calon siswa masih belum memahami sepenuhnya mekanisme seleksi di setiap jalur. Hal ini sering kali menimbulkan kesalahpahaman dan keluhan, terutama dari orang tua siswa berprestasi yang tidak lolos karena memilih jalur yang tidak sesuai.
“Sering saya dengar keluhan seperti, ‘Pak, anak saya ranking satu, tapi tidak diterima di sekolah negeri.’ Setelah ditelusuri, ternyata ikut jalur zonasi, bukan prestasi,” jelasnya.
Untuk mencegah kesalahan serupa terulang, Anim menekankan perlunya penguatan pemahaman sejak dini. Sosialisasi menurutnya sebaiknya dilakukan mulai dari siswa kelas 6 SD agar para orang tua memiliki waktu yang cukup untuk memahami sistem dan memilih strategi pendaftaran yang paling tepat.
“Durasi sosialisasi saat ini masih terlalu singkat. Akibatnya, informasi penting sering tidak sampai ke masyarakat. Ini harus kita perbaiki,” imbuhnya.
Anim berharap Dinas Pendidikan Kota Bekasi dapat menggencarkan kampanye edukasi SPMB secara inklusif dan terjadwal, bekerja sama dengan sekolah dasar dan RT/RW untuk memastikan semua calon peserta didik memahami hak dan peluang mereka dalam proses seleksi. (*)














