Rotasi.co.id – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan bahwa krisis iklim adalah ancaman nyata dan serius bagi umat manusia yang tidak bisa dibiarkan tanpa aksi bersama.
Seruan ini ia sampaikan dalam forum lecture series The Yudhoyono Institute bertajuk “Sustainable Growth with Equity” di Hotel Marriott, Yogyakarta.
“Kalau kita gagal bersatu mengantisipasi krisis iklim dan krisis lingkungan, maka kita gagal menjalankan misi kemanusiaan yang dipercayakan oleh dunia,” ujar SBY dalam keterangan tertulis.
Ia menekankan bahwa dampak perubahan iklim bersifat global dan memerlukan kolaborasi nyata lintas negara, sektor, dan generasi.
Menurutnya, masyarakat dunia tidak boleh terlena oleh konflik, ketegangan geopolitik, dan perang yang hanya memperburuk kondisi manusia.
“Marilah kita bersatu, berkolaborasi, dan bekerja sama agar isu besar ini tidak terlupakan. Inilah yang akan menyelamatkan masa depan bangsa-bangsa dan generasi mendatang,” tegasnya.
SBY juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi global saat ini yang ditandai dengan berbagai konflik, perang ekonomi, dan ketegangan politik.
Ia mengajak dunia untuk kembali pada nilai-nilai perdamaian dan kesejahteraan.
“Kita semua menginginkan dunia yang lebih damai, lebih sejahtera, dan penuh harapan bagi siapa saja tanpa memandang identitas atau batas negara,” pungkasnya.














