Rotasi.co.id – Direktur Utama PT Mitra Patriot (PTMP), David Rahardja, memastikan pembangunan kawasan wisata Kalimalang akan menyediakan 87 unit kontainer usaha guna menghidupkan sektor ekonomi kreatif di Kota Bekasi.
Proyek strategis sepanjang 1,5 kilometer ini bertujuan untuk mentransformasi bantaran sungai menjadi destinasi wisata kuliner unggulan yang terintegrasi dengan pelaku UMKM lokal.
Pengelola membagi alokasi unit tersebut menjadi dua kategori, yakni 75 unit untuk penyewa reguler (jenama besar) dan 12 unit khusus bagi pelaku UMKM dengan rekam jejak yang teruji.
David menegaskan bahwa tingginya antusiasme warga dan pengusaha Bekasi membuat pihaknya harus menerapkan sistem seleksi yang ketat dan transparan.
“Kami akan melakukan seleksi ketat bersama Dinas UMKM dan Dekranasda Kota Bekasi. Jadi bukan sekadar masalah sanggup membayar sewa, tetapi kami melihat rekam jejak dan kualitas produknya agar kawasan ini benar-benar menjadi ikon Kota Bekasi yang membanggakan,” ujar David Rahardja saat memberikan keterangan kepada media di Bekasi, Selasa (13/01/2026).
Terkait skema harga, David menjelaskan bahwa tarif sewa untuk kategori UMKM direncanakan maksimal Rp50 juta per tahun, sementara untuk kategori reguler dipatok sekitar Rp100 juta per tahun.
“Biaya tersebut merupakan tarif dasar sewa di luar biaya renovasi estetika kontainer yang wajib dilakukan penyewa agar selaras dengan konsep wisata yang indah,” ungkapnya.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai potensi kemacetan di area Kalimalang, PT Mitra Patriot telah melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP.
Selain itu, pihak pengelola juga telah menjalin kerja sama dengan pusat perbelanjaan di sekitar lokasi sebagai penyedia fasilitas parkir bagi pengunjung.
“Kami sudah berkomunikasi dengan mal-mal besar di sekitar lokasi agar tamu wisata air Kalimalang dapat parkir di sana. Ini sinergi yang saling menguntungkan; destinasi wisata terkelola dengan baik tanpa menambah kemacetan, dan pendapatan parkir mal juga meningkat,” jelas David.
Proyek tahap pertama yang membentang dari area depan Mal Metropolitan hingga kawasan Lagoon ini ditargetkan rampung dan siap beroperasi pada akhir Maret 2026.
“Masyarakat dan pelaku UMKM yang berminat dapat segera mengajukan proposal profil usaha (CV) melalui kanal resmi pengelola sebelum batas waktu akhir Februari 2026,” pungkasnya. (*)














