ROTASI.CO.ID – Ajang pertarungan MMA terbesar di Polandia, KSW (Konfrontacja Sztuk Walki) 58 mendadak ricuh usai mempertemukan petarung muslim MMA asal Rusia Shamil Musaev dan Uros Jurisic pada Sabtu malam (30/1/2021).
Kericuhan terjadi saat petarung muslim, Shamil Musaev, membanting lawannya Uros Jurisic kala duel MMA sudah selesai. Sang lawan ternyata menghina agama Islam!
Shamil Musaev keluar sebagai pemenang setelah melewati tiga ronde yang berlangsung ketat. Setelah duel selesai dan Shamil Musaev dinobatkan jadi pemenang, dirinya berjalan mendekati Uros Jurisic untuk berjabat tangan.
Terlihat, Uros Jurisic seperti membisikkan sesuatu. Dalam sekejap, Shamil Musaev merangkuk pinggul Uros Jurisic dan melakukan take down alias membantingnya!
Belum selesai, Shamil Musaev melancarkan pukulan bertubi-tubi. Beruntung tak butuh waktu lama, orang-orang di dalam arena memisahkannya.
Uros Jurisic diyakini melempar hinaan terhadap Islam. Shamil Musaev emosi karena ia adalah seorang muslim. Agamanya dihina bikin ia membanting lawan sekalipun duel sudah selesai.
Pihak KSW akan mengambil langkah-langkah terkait insiden tersebut. Uros Jurisic pun tidak mengalami cedera yang cukup parah akibat bantingan dan pukulan Shamil Musaev.
Shamil Musaev adalah petarung asal Rusia berusia 27 tahun. Ia memiliki rekor bertarung sangat baik yaitu 15-0 atau belum pernah kalah. Ia bergabung dalam Golden Team dan dasar beladirinya adalah Wushu Sanda. Ia bertarung pada kelas ringan dan kelas welter.
Ia lahir pada 8 Januari 1994. Karir profesionalnya dimulai saat menghadapi Muslim Mubarkshoev pada Razdolie Cup di tahun 2013 dan turun di kelas Welter. Setelah meraih 3 kali kemenangan berturut-turut ia bergabung dengan organisasi MMA Rusia M-1 Global dan kini bersama Universal Fighter.
Setiap hari ia berlatih di kampung halamannya di Dagestan Makhachkala.
Ia mulai bergabung di KSW pada tahun 2019. Dalam laga debutnya di KSW 48 ia turun dikategori kelas ringan dan mengalahkan mantan juara TFL Hubert Szymajda. Selepas pertandingan tersebut, ia pun mendapat julukan “Cichy Zabojoca” atau “Silent Assassin”. Julukan ini didapatkannya karena ia tergolong petarung yang jarang berbicara kepada media. (ar)












