Rotasi.co.id – Pesta rakyat dalam rangka pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berujung duka.
Tiga orang dinyatakan meninggal dunia setelah terjadi desak-desakan saat ribuan warga berebut makanan gratis di Lapangan Otto Iskandar Dinata, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Peristiwa memilukan itu terjadi di tengah kemeriahan pernikahan Maula Akbar Mulyadi Putra, putra Dedi Mulyadi, dengan Putri Karlina, Wakil Bupati Garut.
Acara yang semula dimaksudkan sebagai bentuk syukuran dan berbagi kepada masyarakat, justru berubah menjadi tragedi yang menyisakan kesedihan mendalam.
Kronologi Kejadian & Identitas Korban
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan insiden berawal saat ribuan warga memadati area lapangan demi mendapatkan makanan gratis yang dibagikan oleh panitia acara.
“Kerumunan mulai memadati lokasi sejak pagi hari. Banyak warga saling dorong untuk masuk ke area pendopo tempat makanan disajikan,” ujar Hendra.
Situasi yang tidak terkendali membuat sejumlah orang mengalami kelelahan hingga pingsan.
Di tengah kekacauan tersebut, seorang anggota kepolisian, Bripka Cecep Saeful Bahri (39), yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Polsek Garut Kota, turut mengatur kerumunan dan memberikan bantuan kepada korban yang pingsan.
“Setelah membantu mengangkat beberapa warga yang pingsan, Bripka Cecep duduk untuk beristirahat. Tak lama kemudian, ia pingsan dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi,” lanjut Hendra.
Selain Bripka Cecep, dua korban lain yang meninggal dunia adalah:
- Vania Aprilia (8), warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota.
- Dewi Jubaedah (61), warga Jakarta Utara.
Jenazah Vania dan Dewi kini berada di ruang jenazah RSUD dr. Slamet Garut, sementara jenazah Bripka Cecep dibawa ke Rumah Sakit Guntur Talun.
Evaluasi Pengamanan & Tanggapan Keluarga
Pihak kepolisian kini masih melakukan evaluasi menyeluruh atas pengamanan acara.
Penyelidikan fokus pada keterlibatan Event Organizer (EO) sebagai pihak pelaksana kegiatan, termasuk dalam hal perencanaan teknis, distribusi logistik, hingga pengaturan massa.
“Kami sedang berkoordinasi dengan pihak EO terkait standar operasional pengamanan yang diterapkan. Ke depan, kami ingin memastikan peristiwa serupa tidak terulang,” jelas Hendra.
Sementara itu, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui secara langsung adanya acara syukuran yang terbuka untuk umum.
Ia pun menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kejadian tersebut.
“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa ini, atas nama Maula dan Putri. Semoga almarhum dan almarhumah diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, dan ditempatkan di sisi Allah SWT,” pungkas KDM. (*)














