Rotasi.co.id – Kota Bekasi mengalami penurunan peringkat dalam Indeks Kota Toleran (IKT) 2024 yang dirilis oleh SETARA Institute.
Setelah sebelumnya menempati posisi kedua pada 2023, kini Kota Bekasi berada di urutan ketujuh dari 20 kota terbaik.
Penghargaan IKT tersebut diserahkan dalam acara resmi yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Selasa (27/5/2025), dan diterima oleh perwakilan Pemerintah Kota Bekasi. SETARA Institute mengevaluasi 94 kota di seluruh Indonesia dalam studi tahunannya.
Penurunan posisi Bekasi menjadi perhatian serius pemerintah kota, yang menyatakan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan dan dinamika sosial yang berpengaruh terhadap penilaian tersebut.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi, Abdul Manan, mengatakan keragaman di Kota Bekasi merupakan kekuatan yang akan terus dijaga.
“Bekasi adalah miniatur Indonesia dengan lebih dari 2,6 juta penduduk yang berasal dari beragam latar belakang. Kami berkomitmen penuh menjaga harmoni dan kerukunan antarumat beragama,” ujar Abdul Manan dalam keterangannya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Junaedi, menyatakan pihaknya cukup terkejut dengan penurunan peringkat ini, namun menjadikannya sebagai bahan introspeksi untuk perbaikan ke depan.
“Penurunan ini akan kami jadikan bahan evaluasi. Kami akan mengkaji faktor penyebabnya secara menyeluruh, dan segera menyusun regulasi yang dapat mendorong peningkatan skor toleransi di masa mendatang,” ungkap Junaedi.
Ia juga menegaskan penurunan peringkat ini tidak mengubah komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam memelihara nilai-nilai toleransi, serta memperkuat kebijakan inklusif di berbagai sektor kehidupan.
Meski mengalami penurunan, SETARA Institute tetap memberikan apresiasi terhadap berbagai upaya yang telah dilakukan Kota Bekasi dalam mempromosikan toleransi.
Namun demikian, catatan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk meninjau ulang strategi dan implementasi kebijakan sosial yang inklusif dan adil bagi seluruh warga.
Dengan langkah evaluatif dan responsif yang akan dilakukan, diharapkan Kota Bekasi dapat kembali meningkatkan posisinya dalam IKT pada tahun-tahun mendatang, sekaligus mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih harmonis dan saling menghargai perbedaan. (*)














