Rotasi.co.id -Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta menggelar Silaturahmi Pelaku dan Penggerak Ekonomi Syariah di Hotel Artotel Senayan, Jakarta.
Acara bertema ‘Outlook Perekonomian Syariah UKM Tahun 2025: Peluang, Tantangan dan Strategi Bersaing’ ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelaku usaha, pejabat pemerintah, akademisi, dan perwakilan lembaga keuangan syariah.
Ketua Umum MUI DKI Jakarta, Gus Muhammad Faiz, menekankan pentingnya peran MUI dalam isu perekonomian.
“Hari ini cukup spesial, kita MUI berbicara tentang ekonomi. Sektor ekonomi belakangan ini menjadi pembicaraan, meskipun konsentrasinya belum sepenuhnya,” kata Gus Faiz dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa (24/12/2024).
Ia menambahkan bahwa MUI biasanya fokus pada sila-sila Pancasila pertama hingga keempat, namun kini turut memperhatikan sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi MUI DKI Jakarta, KH Bahaudin, mengungkapkan pentingnya sinergi dan kolaborasi untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah.
“Acara ini menjadi momentum penting untuk merumuskan strategi bersama, mengatasi tantangan, dan memanfaatkan peluang dalam membangun ekonomi syariah yang tangguh, terutama di sektor UKM,” tegasnya.
Kemudian, Kepala Bidang Pengawasan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Juanda Permana Jaya, yang hadir membuka acara, menyatakan bahwa ekonomi syariah di DKI Jakarta menunjukkan tren positif.
“Potensi besar ini ditopang oleh penduduk muslim yang signifikan dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap prinsip-prinsip syariah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa UMKM, sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia, memiliki peran krusial dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di tahun 2025, baik nasional maupun internasional.
Ditempat yang sama, Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoiruddin, turut hadir sebagai narasumber dan menyampaikan pentingnya partisipasi UMKM dalam penyempurnaan Perda UMKM yang akan disahkan pada tahun 2025.
“Perlu adanya partisipasi UMKM dalam menyempurnakan Perda UMKM yang akan disahkan tahun 2025, untuk itu DPRD mengundang Pelaku usaha untuk Dengar pendapat dalam memperkaya Perda tersebut, dibuat sesuai dengan kebutuhan UMKM DKI Jakarta,” ungkapnya.
Drg. Deden Edi, Ketua Panitia dan Direktur LPPOM MUI DKI Jakarta, menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak, termasuk Pemda DKI, Bazis Baznas DKI Jakarta, Bank DKI, PT. Pegadaian (Persero), dan Bank Indonesia, yang telah mendukung terselenggaranya seminar ini.
Sebagai bagian dari acara, MUI DKI Jakarta menyerahkan sertifikat halal kepada pelaku UMKM Rumah Potong Hewan yang didanai oleh Bank Indonesia.
Acara ini menjadi bukti komitmen MUI DKI Jakarta dalam memajukan ekonomi syariah dan pemberdayaan UMKM di Jakarta. (*)













